Akurat

Jakarta Dikepung Banjir Hari Ini, Ratusan Warga Mengungsi

Citra Puspitaningrum | 23 Januari 2026, 21:39 WIB
Jakarta Dikepung Banjir Hari Ini, Ratusan Warga Mengungsi

AKURAT.CO Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak Kamis, 22 Januari 2026, memicu banjir di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Jumat (23/1/2026) pukul 18.00 WIB, banjir masih menggenangi 126 RT dan 18 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebut curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya genangan, diperparah oleh luapan sejumlah aliran sungai.

“Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya menyebabkan munculnya genangan di sejumlah wilayah DKI Jakarta,” ujar Yohan dalam keterangan tertulis.

Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah terdampak terparah, dengan total 47 RT tergenang. Salah satu titik banjir terparah berada di Kelurahan Duri Kosambi, di mana ketinggian air mencapai 50 hingga 120 sentimeter akibat hujan deras dan luapan Kali Angke.

Selain Duri Kosambi, genangan juga terjadi di Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke, Kedoya Selatan dan Utara, Kapuk, hingga Kembangan Selatan dan Utara. Di wilayah ini, tinggi air bervariasi mulai dari 15 hingga 120 sentimeter.

Di Jakarta Selatan, BPBD mencatat 40 RT terdampak banjir.

Kelurahan Petogogan menjadi titik dengan jumlah genangan terbanyak, yakni 26 RT, dipicu oleh hujan deras dan meluapnya Kali Krukut. Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar 30 sentimeter.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Pondok Labu, Pejaten Timur, Ulujami, Cipulir, serta Duren Tiga, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai 70 sentimeter.

Baca Juga: Mulai 2026, Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis 15 Hari untuk 280 Juta Warga

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 32 RT tergenang yang tersebar di delapan kelurahan, di antaranya Cipinang Melayu, Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Halim Perdana Kusuma.

Tinggi air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 80 sentimeter, dipengaruhi curah hujan tinggi serta luapan sungai dan waduk.

Adapun di Jakarta Utara, banjir merendam 7 RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 55 sentimeter.

Tak hanya permukiman, banjir juga mengganggu mobilitas warga dengan menggenangi 18 ruas jalan.

Beberapa titik terdampak antara lain Jalan Daan Mogot KM 13 di Cengkareng Timur dengan genangan 30 sentimeter, Jalan Strategi Raya di Joglo setinggi 55 sentimeter, serta Jalan Kebon Pala II di Jakarta Timur yang tergenang hingga 75 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, memanfaatkan fasilitas umum seperti masjid, aula, PAUD, dan RPTRA.

“BPBD telah menyiapkan lokasi pengungsian serta memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” kata Yohan.

Untuk percepatan penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan guna memantau genangan dan melakukan penyedotan air di titik-titik terdampak.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk memastikan penyedotan berjalan optimal dan saluran air berfungsi dengan baik,” ujarnya.

BPBD menargetkan genangan dapat segera surut dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

“Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa,” pungkas Yohan.

Baca Juga: Talkshow Road to ICCS 2026 Soroti Pentingnya Spesialisasi dan Identitas Kreator

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.