Akurat

Ketua DPR Terima Ketua Parlemen Korea Selatan, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Paskalis Rubedanto | 22 Januari 2026, 19:45 WIB
Ketua DPR Terima Ketua Parlemen Korea Selatan, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Woo Won-Shik, di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). 

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia–Korea Selatan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi dan geopolitik hingga hubungan sosial budaya antar masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Puan didampingi Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia, serta sejumlah anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, yakni Gilang Dhielafararez, Stevano Rizki Adranacus, dan Pinka Hapsari.

Puan menyoroti peran budaya Korea yang semakin populer di Indonesia sebagai perekat hubungan kedua negara.

Menurutnya, interaksi budaya mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat dan mendukung kerja sama formal yang dijalin pemerintah maupun parlemen.

“Melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional,” ujar Puan.

Ia juga menyinggung kesamaan nilai sosial antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya semangat kebersamaan yang menjadi fondasi hubungan kedua bangsa.

Baca Juga: Satgas PKH Siapkan Langkah Pidana terhadap 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan

“Semangat kerja bersama ‘gotong royong’ di Indonesia dan ‘sangbusangjo’ di Korea merupakan fondasi penting bagi eratnya hubungan antar masyarakat dan kolaborasi lintas komunitas,” tambahnya.

Selain itu, Puan mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan melalui peningkatan program beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa sebagai investasi hubungan jangka panjang.

“Kami juga memandang penguatan program bahasa, baik Bahasa Indonesia di Korea maupun Bahasa Korea di Indonesia, sebagai sarana melahirkan duta budaya dan memperluas pemahaman lintas generasi,” tutur Puan.

Sejalan dengan penguatan kerja sama budaya, Puan menekankan pentingnya peningkatan program kepemudaan, jejaring kreatif, serta kolaborasi lintas komunitas.

Ia menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin strategis dalam mempererat hubungan kedua negara.

“Kami meyakini pariwisata dan ekonomi kreatif semakin relevan bagi hubungan antar masyarakat kedua negara. Kampanye pariwisata bersama serta peningkatan konektivitas akan sangat bermanfaat,” paparnya.

Usai pertemuan bilateral, Puan mengajak Woo Won-Shik beserta rombongan menikmati jamuan makan siang sekaligus melakukan tur Gedung DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, Puan menjelaskan sejarah Gedung Kura-Kura DPR yang dibangun pada era 1960-an sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO).

“Gedung ini merupakan gagasan strategis Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, yang kebetulan juga adalah kakek saya,” kata Puan.

Baca Juga: Pimpinan Sidang Tetap Kongres GMNI XXII Tegaskan Risyad–Patra sebagai Ketum–Sekjen Sah

Ia menambahkan, sejak awal Gedung DPR dirancang sebagai simbol aspirasi negara-negara berkembang untuk memiliki peran setara dalam tatanan global.

“Hingga hari ini, semangat tersebut tetap kami jaga dalam pelaksanaan fungsi parlemen dan diplomasi Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.