IPR: Ada Operasi Sistematis Serang Bahlil Lahadalia di Media Sosial

AKURAT.CO Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai, munculnya narasi negatif terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di media sosial bukan terjadi secara alami.
Ia menyebut, ada operasi yang dirancang secara terstruktur untuk menyerang Bahlil.
Dalam podcast Akurat Talk bersama Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom, Iwan mengungkapkan pola serangan itu terlihat jelas dari intensitas dan keseragaman narasi di berbagai platform digital.
“Saya sudah melakukan riset kecil-kecilan juga. Pola serangan terhadap Pak Bahlil ini menurut saya memang by setting dan sistematis,” ujar Iwan, dikutip Minggu (6/12/2025).
Iwan menduga serangan tersebut berkaitan dengan posisi Bahlil sebagai Menteri ESDM, yang dinilai banyak mengeluarkan kebijakan berperspektif kerakyatan di sektor energi dan pertambangan.
“Mafia migas itu berhadapan dengan Pak Bahlil. Tambang ilegal juga berhadapan dengan ESDM. Sekarang dengan Undang-Undang Minerba yang baru, perspektifnya itu perspektif kerakyatan,” jelasnya.
Menurut Iwan, kelompok yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut berpotensi menjadi pihak yang berada di balik operasi digital menyerang Bahlil.
Baca Juga: InklusiLand 2025: Festival Inklusi Terbesar Indonesia Hadirkan Ruang Setara bagi Semua
“Nah, yang merasa terganggu itulah yang menurut saya melakukan operasi terstruktur dan sistematis,” ujar Iwan.
Iwan mengungkapkan, pola serangan kepada Bahlil di media sosial cenderung mengarah pada serangan personal, bukan pada substansi kebijakan.
“Coba kita cek, apapun yang dilakukan Pak Bahlil selalu dibully habis-habisan. Dan bully-nya itu nggak mengarah pada diskusi kebijakan, tapi justru ke personal. Bikin meme-meme yang menurut saya sudah enggak pantas,” katanya.
Ia menilai cara-cara tersebut sudah keluar dari prinsip demokrasi yang sehat.
Iwan menyebut, operasi terstruktur itu menjadi alasan mengapa sentimen terhadap Bahlil di media sosial tampak selalu negatif.
“Itu kenapa menurut saya sentimen Pak Bahlil negatif terus. Karena memang ada operasi yang sangat sistematis di belakang itu, ada kaitannya dengan mafia itu,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









