Menkeu Purbaya Harus Hati-hati Bicara di Depan Publik

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.
Pernyataan ini menanggapi kontroversi yang muncul setelah Purbaya menyampaikan soal “tuntutan 17+8 dari rakyat” pada hari pertama ia menjabat.
“Pejabat publik sebaiknya berbicara yang esensi saja. Bicara hal-hal substantif yang bisa menenangkan sekaligus memberi harapan kepada masyarakat,” ujar Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Politikus Partai Demokrat itu menekankan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan pejabat negara.
Menurutnya, janji yang disampaikan harus benar-benar diwujudkan agar tidak menimbulkan kekecewaan.
“Apa yang diucapkan harus sejalan dengan yang dilakukan. Target yang dijanjikan harus sesuai dengan hasil yang dicapai,” tegasnya.
Baca Juga: Herman Khaeron: Pemerintah Harus Serius Hadapi Transisi Larangan Wamen Rangkap Jabatan
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan agar pejabat publik sensitif terhadap kondisi rakyat, dengan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
“Kalau menurut Ketua Umum saya, Mas AHY, prinsipnya jelas: people first. Rakyat harus jadi yang utama, dan itu yang harus dijaga,” kata Herman.
Ia berharap Purbaya dan pejabat publik lainnya selalu menempatkan rakyat sebagai prioritas utama, baik dalam kebijakan maupun komunikasi.
“Supaya betul-betul, siapapun pejabat atau wakil rakyat, apa yang dilakukan sesuai dengan harapan dan aspirasi masyarakat,” tutup Herman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










