Akurat

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Inilah Profil, Perjalanan Karier, dan Kontroversi yang Dialaminya

Naufal Lanten | 10 September 2025, 20:18 WIB
Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Inilah Profil, Perjalanan Karier, dan Kontroversi yang Dialaminya

AKURAT.CO Politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan langsung pengunduran dirinya lewat akun Instagram pribadinya pada Rabu, 10 September 2025.

Dalam pernyataannya, Sara menegaskan bahwa ia ingin bertanggung jawab penuh atas kontroversi yang muncul akibat ucapannya di sebuah podcast. Meski demikian, ia berharap masih diberi kesempatan menuntaskan satu agenda penting di parlemen, yaitu pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Kepariwisataan di Komisi VII DPR RI.

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan,” tulis Sara.


Alasan Mundur: Kontroversi Ucapan di Podcast

Keputusan mundurnya Sara tidak lepas dari kontroversi yang berawal dari sebuah podcast yang direkam pada Februari 2025. Potongan video dari podcast tersebut kembali viral pada Agustus 2025 dan memicu kritik publik yang cukup besar.

Dalam video tersebut, Sara menyampaikan pandangannya mengenai lapangan kerja. Ia mengatakan:
"Kalau punya kreativitas, jadilah pengusaha. Jadilah entrepreneur daripada ngomel nggak ada kerjaan."

Ucapan ini dianggap menyinggung banyak pihak, khususnya masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah. Sara kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka.

“Walaupun niat saya sebenarnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif, saya paham kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang masih berjuang untuk menghidupi keluarganya,” ucapnya.

Ia menegaskan, “Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya.”


Profil Singkat Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 27 Januari 1986. Ia adalah putri dari Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha sekaligus adik kandung Presiden Prabowo Subianto. Hal ini membuat Sara merupakan keponakan langsung dari Presiden RI saat ini.

Selain aktif di politik, ia juga dikenal sebagai Ketua Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO).

Sara saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra periode 2020–2025, memperlihatkan kiprahnya yang cukup menonjol di partai berlambang kepala garuda tersebut.


Riwayat Pendidikan

Perjalanan pendidikan Sara cukup beragam, baik di dalam maupun luar negeri:

  • SD Tarakanita 2, Jakarta (1992–1998)

  • United World College, Singapura (1998–1999)

  • College du Leman, Swiss (1999–2003)

  • University of Virginia, Amerika Serikat (2003–2005, tidak selesai)

  • Kursus seni peran di New York Film Academy, Los Angeles

  • The International School of Screen Acting, London (2006–2007)

  • Purdue University Global, Amerika Serikat (lulus 2021)


Jejak Karier: Dari Dunia Film ke Politik

Sebelum aktif di politik, Sara sempat merambah dunia hiburan. Ia membintangi film “Merah Putih” (2009) dengan peran sebagai Senja. Meski film tersebut diproduseri ayahnya, Hashim Djojohadikusumo, Sara tetap harus mengikuti proses casting seperti pemain lainnya.

Karier politiknya dimulai sejak 2008 ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra. Beberapa posisi yang pernah dijabat antara lain:

  • Kepala Bidang Advokasi Perempuan di DPP Partai Gerindra (2008)

  • Kepala Bidang Pengembangan Peranan Perempuan di Tunas Indonesia Raya (2008)

  • Wakil Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (2008–2009)

Pada Pemilu 2014, Sara berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IV dan duduk di Komisi VIII. Namun pada Pileg 2019, ia gagal kembali ke Senayan. Baru pada Pemilu 2024, Sara kembali maju dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu). Di periode ini, ia ditugaskan di Komisi VII yang membidangi perindustrian, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, serta energi.


Pernah Maju di Pilkada Tangsel 2020

Selain menjadi anggota legislatif, Sara juga pernah mencoba peruntungan di eksekutif. Pada Pilkada Tangerang Selatan 2020, ia maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Muhamad, mantan Sekda Kota Tangsel. Pasangan ini diusung oleh sembilan partai politik, termasuk Gerindra, PDI-P, PSI, PAN, dan Hanura.

Namun, pasangan Muhamad-Sara kalah dari pasangan Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan yang akhirnya terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Tangsel.


Penghargaan dan Prestasi

Pada Februari 2025, Sara masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40, sebuah penghargaan yang diberikan kepada 40 tokoh muda paling berpengaruh di Indonesia. Penghargaan ini diumumkan dalam Fortune Indonesia Summit 2025 di Jakarta.


Respons Fraksi Gerindra

Menyikapi keputusan Sara mundur dari DPR, Fraksi Partai Gerindra menyatakan menghormati langkah tersebut. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, menyebut bahwa proses administratif akan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Fraksi Gerindra DPR menghormati pilihan tersebut dan akan memproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara menunggu proses, maka Saudari Sara akan dinonaktifkan dari DPR,” ujarnya.


Penutup

Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari DPR menjadi sorotan besar di dunia politik. Perjalanan kariernya yang panjang, mulai dari dunia hiburan, organisasi sayap partai, hingga Senayan, membuat sosok Sara selalu menarik perhatian publik. Meski mundur, ia menegaskan masih ingin menuntaskan satu tugas terakhir, yakni pengesahan RUU Kepariwisataan di Komisi VII.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan politik dan kisah para tokoh nasional, jangan lewatkan update terbaru di kanal berita kami.


Baca Juga: Kekayaan dan Perjalanan Karier Moreno Soeprapto yang Masuk Radar Kandidat Menpora

Baca Juga: Harta Kekayaan dan Profil Puteri Komarudin, Kandidat Kuat Menpora Pengganti Dito Ariotedjo

FAQ

1. Siapa Rahayu Saraswati Djojohadikusumo?
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara adalah politikus Partai Gerindra, keponakan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus putri pengusaha Hashim Djojohadikusumo.

2. Kenapa Rahayu Saraswati mundur dari DPR RI?
Sara mundur karena ucapannya dalam sebuah podcast pada Februari 2025 menuai kontroversi setelah videonya viral pada Agustus 2025. Ia merasa bertanggung jawab penuh dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.

3. Dari daerah mana Sara terpilih menjadi anggota DPR?
Pada Pemilu 2024, Sara terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

4. Apa tugas Sara di DPR sebelum mundur?
Sara duduk di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, perindustrian, UMKM, pariwisata, serta ekonomi kreatif. Ia juga aktif membahas Rancangan Undang-Undang Kepariwisataan.

5. Apa latar belakang pendidikan Rahayu Saraswati?
Sara menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, antara lain SD Tarakanita 2, United World College Singapura, College du Leman Swiss, hingga kuliah di University of Virginia dan Purdue University Global.

6. Apakah Sara pernah terjun ke dunia hiburan?
Ya, ia pernah bermain dalam film “Merah Putih” (2009) sebagai Senja sebelum aktif penuh di dunia politik.

7. Apa penghargaan yang pernah diraih Sara?
Pada Februari 2025, Sara masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40, yang menobatkan 40 tokoh muda paling berpengaruh di Indonesia.

8. Apakah Sara pernah maju di Pilkada?
Sara pernah mencalonkan diri sebagai wakil wali kota Tangerang Selatan pada Pilkada 2020 berpasangan dengan Muhamad. Namun, pasangan ini kalah dari Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.