Akurat

Tangis Haru Megawati Peluk Hasto di Penutupan Kongres PDIP

Siti Nur Azzura | 2 Agustus 2025, 16:09 WIB
Tangis Haru Megawati Peluk Hasto di Penutupan Kongres PDIP

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDIP demisioner, Hasto Kristiyanto, muncul di acara Kongres ke-VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (2/8/2025).

Saat Hasto memasuki arena dari pintu belakang aula, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sedang menyampaikan pidato politik. 

Kedatangannya sontak disambut tepuk tangan para kader dan struktur partai, membuat Megawati sempat menghentikan pidatonya.

Awalnya, Megawati tampak bingung dengan arah perhatian peserta yang teralihkan. Namun ketika melihat Hasto melangkah menuju panggung utama, matanya langsung berkaca-kaca. 

Baca Juga: Hasto Hadir di Kongres VI PDIP, Deddy Sitorus: Suasana Kebatinan Kader Menantinya

Hasto yang baru saja mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto setelah keluar dari Rutan KPK, langsung bertolak dari Jakarta menuju Bali demi menghadiri Kongres.

Dengan langkah emosional, Hasto menghampiri Megawati, memberi salam, dan memeluknya erat. Dia tampak menangis saat memeluk sang Ketua Umum, yang selama ini kerap disebutnya sebagai sosok ibu. Pelukan itu dibalas Megawati dengan tangis haru, diiringi tepuk tangan para kader yang berdiri menyaksikan momen tersebut.

Beberapa saat kemudian, Hasto melepaskan pelukan dan turun dari panggung utama sambil meneriakkan, 'Merdeka!' Seruan itu dibalas secara kompak oleh para kader di dalam aula.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Isyarat Rekonsiliasi Besar Jelang 17 Agustus

Megawati tampak menahan emosi dan air mata. Situasi di dalam ruangan pun hening. Salah seorang peserta lalu menyanyikan lagu yang diadaptasi dari lagu anak-anak 'Nona Manis Siapa yang Punya' dengan lirik:

"Megawati siapa yang punya. Megawati siapa yang punya. Megawati siapa yang punya. Yang punya kita semua."

Megawati yang masih terharu kemudian melanjutkan pidatonya. Di ujung pidato, dia mengucapkan seruan penuh semangat: "Satyam Eva Jayate! Merdeka, Merdeka, Merdeka!" disambut gemuruh pekikan "Mega! Mega! Mega!" dari para kader yang memenuhi aula.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.