Akurat

DPR Uji 24 Calon Dubes, Komisi I Soroti Visi Misi dan Target Diplomatik

Ahada Ramadhana | 5 Juli 2025, 13:15 WIB
DPR Uji 24 Calon Dubes, Komisi I Soroti Visi Misi dan Target Diplomatik

AKURAT.CO Komisi I DPR RI resmi menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia.

Proses ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (5–6 Juli 2025), secara tertutup di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menegaskan pentingnya uji kelayakan untuk menggali visi, misi, dan strategi diplomasi dari masing-masing calon dubes.

“Kita ingin mendengar konsep, visi-misi, serta rencana tahapan dan target yang ingin dicapai oleh para calon dubes di negara penempatan masing-masing,” ujar Dave, Sabtu (5/7/2025).

Menurutnya, setiap calon akan dihadapkan pada isu dan tantangan yang berbeda sesuai dengan karakter negara tujuan. Oleh karena itu, Komisi I tidak menetapkan pertanyaan baku dalam setiap sesi.

“Isunya berbeda-beda tergantung negara. Jadi pendalaman juga menyesuaikan dengan konteks masing-masing penempatan,” tambahnya.

Dave juga menegaskan bahwa DPR memiliki kewenangan penuh untuk menerima atau menolak calon duta besar yang diajukan oleh Presiden.

Meski begitu, ia meyakini pemerintah telah menyeleksi nama-nama terbaik untuk mewakili Indonesia di luar negeri.

“Secara aturan, DPR bisa menerima atau menolak. Tapi saya percaya yang diajukan pemerintah adalah putra-putri terbaik bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: Ulang Tahun Kota Jakarta Adalah Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyebutkan bahwa uji kelayakan dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya, dengan masing-masing 12 calon dubes yang diuji.

“Iya, sesi pertama dari jam 10 sampai sekitar jam 1 siang, lalu istirahat dan lanjut lagi jam 2 sampai jam 5 sore. Polanya sama untuk hari berikutnya,” kata Utut.

Meski berlangsung tertutup, hasil akhir dari uji kelayakan ini nantinya akan diumumkan secara resmi setelah mendapat persetujuan dalam rapat paripurna DPR.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan 24 nama calon duta besar kepada DPR untuk negara sahabat dan organisasi internasional.

Para calon ini akan menjadi ujung tombak diplomasi Indonesia dalam memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral di tengah dinamika global yang terus berubah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.