Digadang Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Amran Sulaiman Lebih Tertarik Urus Pangan Nasional

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, tak begitu tertarik ketika ditanya mengenai dirinya yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Saat ditanya mengenai hal tersebut, dirinya saat ini lebih memprioritaskan untuk mengurusi pangan nasional yang kini menjadi tanggungjawabnya.
"Kita urus pangan dulu ya," kata Amran kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Baca Juga: PPP Butuh Ketua Umum yang Tepat untuk Kembali Duduki Gedung Parlemen
Saat ditanyai lebih spesifik apakah dirinya tertarik untuk masuk PPP, Amran masih memberi jawaban yang sama. Dia menegaskan bahwa dirinya masif fokus mengurusi pangan.
"Bentar urus pangan," ungkapnya.
Seperti diketahui, nama Amran muncul sebagai kandidat Ketua Umum PPP, usai dijagokan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy alias Rommy.
Sebelumnya, Rommy mengaku sempat berdiskusi beberapa kali dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Setelah itu, dia pun menjagokan Andi Amran Sulaiman untuk memimpin PPP.
Dia mengatakan bahwa kinerja dan kualitas Andi Amran pun sudah diakui oleh Jokowi. Sehingga, dia menilai Andi Amran adalah orang yang tepat untuk memimpin PPP.
Baca Juga: Romahurmuziy Keliru jika Dukung Amran Sulaiman Jadi Calon Ketum PPP Hanya karena Jokowi
"Beberapa kali diskusi saya dengan Pak Jokowi, termasuk yang di Solo, memang salah satu sebab mengapa kemudian semakin fokus nama Pak Amran. Karena Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran jika diberikan sebuah amanah," kata Rommy beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan ini, Rommy menegaskan bahwa munculnya nama Andi Amran sama sekali bukan atas dorongan Jokowi.
"Apakah Pak Jokowi 'cawe-cawe' soal nama Pak Amran? Sama sekali tidak. Beliau beberapa kali saya mintai pandangan, bagaimana cara paling efektif mengembalikan PPP ke Senayan. Saya memang menyampaikan sejumlah nama, dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang," kata Rommy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








