Dukungan Presiden Prabowo terhadap Palestina Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto mendapat dukungan luas atas seruannya agar negara-negara Islam bersatu mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Seruan tersebut disampaikannya saat membuka The 19th Session of the Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/5/2025).
Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid alias Gus Jazil, menilai pernyataan Prabowo mempertegas komitmen Indonesia sebagai negara yang konsisten membela hak-hak rakyat Palestina.
“Presiden Prabowo sejak awal telah tegas mendukung Palestina. Seruannya di forum PUIC menjadi penegasan kuat posisi Indonesia dalam diplomasi global,” ujar Gus Jazil di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Ia menyebut forum PUIC yang dihadiri parlemen negara-negara anggota OKI menjadi momentum strategis untuk menggalang solidaritas lebih besar bagi Palestina.
Prabowo dinilai tidak hanya menyuarakan simpati, tapi juga menyerukan aksi konkret.
“Presiden tidak hanya berdiri di pihak Palestina, tetapi juga mengajak dunia Islam untuk memprioritaskan persatuan umat dalam menghadapi kejahatan kemanusiaan,” lanjutnya.
Baca Juga: Mendagri: Pemda Wajib Prioritaskan Peningkatan SDM
Gus Jazil juga menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak berarti mengabaikan persoalan dalam negeri, seperti kemiskinan atau pendidikan.
“Kita bisa mengurus keduanya. Kita tetap punya komitmen kemanusiaan global. Palestina butuh dukungan nyata, bukan sekadar retorika,” tegasnya.
Dalam pidatonya di PUIC, Prabowo menyerukan agar negara-negara Islam berhenti hanya menyusun resolusi, dan mulai mengambil langkah konkret membela Palestina.
“Jangan lagi hanya berdiskusi. Jangan hanya menyusun resolusi. Rakyat Palestina sudah terlalu lama menjadi korban. Mereka butuh tindakan nyata,” tegas Prabowo di hadapan delegasi internasional.
Ia juga mengajak negara-negara Islam mengesampingkan perbedaan dan rivalitas untuk mengedepankan kepentingan umat secara kolektif.
“Keselamatan umat Islam lebih penting. Kalau kita lemah, suara kita tidak akan didengar. Kita harus bersatu dan kuat,” ujar Prabowo menutup pidatonya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag









