Pernyataan Kontroversial Ahmad Dhani Soal Naturalisasi Pemain Timnas Dilaporkan ke MKD DPR

AKURAT.CO Anggota Komisi X DPR, Ahmad Dhani, dilaporkan oleh Komnas Perempuan Indonesia ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR akibat pernyataannya yang kontroversial mengenai pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, MKD akan segera memanggil Ahmad Dhani untuk menjalani sidang etik dan memberikan klarifikasi terkait pernyataannya.
“Surat dari Komnas Perempuan sudah diterima oleh MKD. Kami akan memanggil Ahmad Dhani untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya,” ujar Dek Gam kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).
Dek Gam memastikan pemanggilan terhadap Ahmad Dhani akan dilakukan sebelum DPR memasuki masa reses Lebaran 2025.
“Sebelum reses akan kita panggil. Ini anggota sedang melakukan kunjungan kerja (kunker). Jika tidak minggu ini, mungkin minggu depan,” pungkasnya.
Baca Juga: Direktur Bandar Sabu
Kontroversi bermula saat Ahmad Dhani yang juga merupakan politisi Partai Gerindra, mengusulkan perubahan terkait program naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja PSSI dan Kemenpora bersama Komisi X dan Komisi XIII terkait proses naturalisasi tiga pemain keturunan — Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy — di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Dalam rapat itu, Ahmad Dhani mengusulkan agar Indonesia mengurangi naturalisasi pemain yang berpenampilan khas ras Eropa, seperti rambut pirang dan mata biru, dengan alasan kurang cocok untuk mewakili Indonesia.
“Kurangilah pemain yang bule, dalam tanda kutip yang rasnya bule ya, rambut pirang, mata biru, karena menurut saya untuk Indonesia itu kurang enak dilihat,” ucap Ahmad Dhani, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube TV Parlemen.
Selain itu, Dhani juga mengusulkan agar pemain asing yang dinaturalisasi adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun dan duda, dengan tujuan untuk menikahi perempuan Indonesia agar keturunannya lebih sesuai dengan ciri masyarakat Indonesia.
“Jadi pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin yang duda, kita carikan jodoh di Indonesia. Kalau laki-laki itu kan kita bisa cari, apalagi kalau muslim kan bisa empat istrinya,” katanya.
Pernyataan ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan, yang menganggap pernyataan tersebut diskriminatif dan mengobjektifikasi perempuan.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Dampingi Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Puslatpur
Saat ini, MKD DPR tengah mempersiapkan jadwal untuk memanggil Ahmad Dhani dan mengklarifikasi pernyataannya dalam sidang etik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










