PKS Dorong Pemerintah Indonesia Berperan dalam Perdamaian dan Rekonstruksi Suriah

AKURAT.CO Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk mendukung perdamaian dan rekonstruksi Suriah pascakonflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Menurut Sukamta, stabilitas di Suriah tidak hanya penting bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga memiliki dampak signifikan bagi perdamaian global.
Konflik berkepanjangan di negara itu telah menewaskan lebih dari 500 ribu orang dan menyebabkan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menekankan pentingnya pengakuan resmi terhadap pemerintahan baru Suriah guna mempercepat proses rekonsiliasi nasional.
Baca Juga: Lemhannas RI: Ketahanan Nasional 2024 Berada di Posisi Cukup Tangguh
“Pengakuan ini merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung penyelesaian konflik secara damai dan menciptakan stabilitas jangka panjang. Selain itu, Indonesia dapat berperan sebagai mediator dalam mendorong dialog lintas kelompok yang inklusif,” ujar Sukamta di Jakarta, Senin (23/12/2024).
Ia menambahkan, pendekatan bebas aktif yang diatur dalam UU No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri harus terus dikedepankan.
Sukamta berharap Indonesia dapat menjadi pelopor perdamaian dunia dengan strategi inklusif, yang juga bertujuan untuk mencegah radikalisasi lebih lanjut di Suriah.
Sukamta juga menyoroti kebutuhan mendesak akan bantuan internasional untuk membangun kembali infrastruktur dasar yang hancur akibat perang.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, biaya rekonstruksi Suriah diperkirakan mencapai USD250 miliar.
Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, Dua Pejabat BI Diperiksa
“Indonesia dapat menjalin kerja sama bilateral di sektor pendidikan, kesehatan, dan perdagangan untuk mendukung rekonstruksi ini. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Suriah,” kata Sukamta.
Selain rekonstruksi, Sukamta juga menekankan pentingnya solidaritas global untuk membantu rakyat Suriah yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Bantuan logistik dan layanan kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak, sangat dibutuhkan untuk meringankan beban jutaan pengungsi.
“Kita harus menunjukkan solidaritas nyata melalui bantuan yang lebih terkoordinasi, baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama dengan organisasi internasional. Dengan demikian, kita dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat Suriah yang terdampak langsung oleh perang,” tegas Sukamta.
Sukamta meyakini bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong stabilitas Suriah melalui pendekatan diplomasi dan bantuan kemanusiaan.
Ia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk terus mendukung upaya perdamaian serta memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan Suriah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







