Akurat

Agung Laksono Terpilih sebagai Ketua Umum PMI Periode 2024-2029 Secara Aklamasi

Atikah Umiyani | 9 Desember 2024, 12:05 WIB
Agung Laksono Terpilih sebagai Ketua Umum PMI Periode 2024-2029 Secara Aklamasi

AKURAT.CO Musyawarah Nasional (Munas) XXII Palang Merah Indonesia (PMI) resmi menetapkan Agung Laksono sebagai Ketua Umum PMI Pusat periode 2024-2029.

Keputusan ini dicapai secara aklamasi dalam Munas yang berlangsung pada Minggu (8/12/2024) malam di Hotel Sultan, Jakarta.

Munas tersebut diwarnai dengan dinamika, di mana sebagian besar peserta memutuskan menggelar forum alternatif di ruang Tamansari Hotel Sultan.

Hal ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pelaksanaan Munas yang berlangsung di ruang berbeda.

Sidang di ruang Tamansari dipimpin oleh Andi Rusni (Nusa Tenggara Barat), Robert Steven Tanamal (Papua Barat), Mercy M.F. Rampengan (Sulawesi Utara), dan Wiwik Suprapti (Kalimantan Tengah).

Dalam sidang tersebut, peserta secara kolektif memberikan dukungan tertulis kepada Agung Laksono, yang kemudian didaulat menjadi Ketua Umum PMI.

Baca Juga: Baznas Kirim Bantuan untuk Pengungsi Palestina di Mesir

Visi dan Misi Agung Laksono

Sebelum penetapan, Agung Laksono yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), menyampaikan visi dan misi untuk lima tahun ke depan. Ia menegaskan komitmennya untuk:

1. Memperkuat fungsi PMI dalam implementasi kebijakan, peraturan organisasi, sistem, dan prosedur.

2. Meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan penyakit.

3. Mempererat kerja sama dengan pemerintah di berbagai tingkatan untuk mendukung mandat kemanusiaan PMI.

4. Mengembangkan kemitraan strategis dengan sektor publik, swasta, mitra gerakan internasional, dan lembaga donor.

5. Meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan berskala nasional dan internasional.

Agung juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan, menegaskan bahwa PMI perlu pembaruan untuk menjawab tantangan masa depan.

Keputusan aklamasi untuk Agung Laksono bermula dari ketidakpuasan peserta terhadap pelaksanaan Munas di ruang lain.

Panitia pelaksana Munas di Golden Room Hotel Sultan sempat mengarahkan Jusuf Kalla (JK) untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PMI, bahkan menetapkannya sebagai kandidat tunggal dengan alasan telah memenuhi dukungan 20 persen dari peserta.

Namun, klaim tersebut dipertanyakan. Banyak peserta merasa tidak pernah memberikan dukungan kepada JK, yang telah menjabat Ketua Umum PMI selama tiga periode atau 15 tahun.

Situasi semakin memanas ketika mikrofon dalam sidang diduga dikuasai oleh panitia pelaksana, sehingga peserta tidak dapat menyampaikan pandangan mereka.

Ketidakpuasan tersebut mendorong peserta keluar dari arena utama dan menggelar Munas tandingan di ruang Tamansari.

Baca Juga: Ketua DPR Ajak Pemuda Bantu Perangi Korupsi demi Wujudkan Indonesia Bersih

Dalam forum ini, peserta menyatakan secara tertulis dukungan penuh untuk Agung Laksono sebagai Ketua Umum baru.

Agung Laksono diharapkan membawa pembaruan di tubuh PMI, memperkuat peran organisasi dalam misi kemanusiaan, dan menghadirkan solusi inovatif di tengah tantangan global.

Peserta Munas juga berharap agar prinsip netralitas dan demokrasi dalam organisasi PMI tetap dijunjung tinggi.

"Kami menghormati jasa besar Jusuf Kalla selama 15 tahun memimpin PMI, namun sudah saatnya ada regenerasi untuk membawa PMI ke arah yang lebih segar dan dinamis,” ujar salah satu peserta Munas dari Ambon.

Dengan berakhirnya Munas XXII ini, Agung Laksono kini menghadapi tanggung jawab besar untuk melanjutkan legacy PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang tangguh, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.