Akurat

Elektabilitas Tinggi, Muchsin Effendi-Junaidi Arif Diprediksi Menangi Pilkada Lombok Utara

Citra Puspitaningrum | 23 November 2024, 08:00 WIB
Elektabilitas Tinggi, Muchsin Effendi-Junaidi Arif Diprediksi Menangi Pilkada Lombok Utara

AKURAT.CO Lembaga Riset dan Survei Semar Political Institute (SPIN) merilis hasil survei terkait preferensi politik masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara 2024, Lalu Muchsin Effendi-Junaidi Arif menempati urutan pertama dengan 39,3 persen. Kemudian, disusul Najmul Akhyar-Kusmalahadi Syamsuri sebesar 30,1 persen.

Selanjutnya urutan terakhir, Danny Karter Febrianto dan M. Zaki Abdillah sebesar 26,6 persen. Sedangkan, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab (TT/TJ) sebesar 4,0 persen.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2024: Kesiapan Pemerintah dan Upaya Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Direktur Eksekutif Semar Political Institute (SPIN), Mawardin, menyebut hasil analisis sementara, pasangan Muchsin-Junaidi berpeluang besar menang.

"Elektabilitas pasangan Muchsin-Junaidi bertengger di posisi teratas disebabkan oleh tiga hal pokok," kata Mawardin dalam keterangan persnya, Jumat (22/11/2024).

Pertama, visi-misi Arah Baru Lombok Utara dan program kerja dari Muchsin-Junaidi lebih menarik atensi masyarakat, sekaligus sejalan dengan geliat massa akar rumput yang semakin menghendaki perubahan.

Kedua, daya magnet dari figur Muchsin yang dipersepsikan mampu membangkitkan Kabupaten Lombok Utara dari ketertinggalan, bermodalkan kapasitas intelektual, jaringan sosio-kultural, serta gaya komunikasi simpatik yang melekat pada Muchsin.

"Terakhir, yang ketiga, terjadi migrasi elektoral dari paslon lain, yang hijrah ke paslon Muchsin-Junaidi karena dianggap mencerminkan kebaruan, dan belum terkontaminasi dengan rezim elite lokal yang bernuansa status quo," ungkap Mawardin.

Adapun kemelekatan pemilih terhadap Muchsin-Junaidi tergolong 'strong voter', pemilih yang sudah mantap pilihan politiknya. Gabungan antara basis massa tradisionalnya selama ini, konteks representasi geopolitik Lombok Utara, ditambah limpahan ceruk suara termutakhir menunjukkan Muchsin-Junaidi memiliki peluang yang sangat terbuka jelang beberapa hari pencoblosan.

Selanjutnya, Mawardin mengungkapkan, temuan lain yang menarik, Muchsin-Junaidi yang menduduki papan atas angka elektabilitas, tampaknya akan bersaing ketat dengan Najmul-Kus. Hal itu berkorelasi dengan perputaran isu-isu yang berkembang dalam ruang publik Lombok Utara.

Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Bawaslu Gelar Patroli Pengawasan di Masa Tenang Pilkada Serentak 2024

"Sentimen isu dinasti politik misalnya, ikut mempengaruhi stagnasi elektabilitas Najmul-Kus, sementara persepsi positif publik mengarah kepada Muchsin-Junaidi, terlebih manajemen konstituensi dan strategi sosialisasi yang massif," ucapnya.

Adapun Danny-Zaki, meskipun manajemen isunya canggih, namun masih diasosiasikan sebagai lingkaran status quo. "Figur Danny maupun Zaki juga menarik, akan tetapi belum dikapitalisasi dengan optimal yang berdampak secara elektoral," jelasnya.

Mawardin lantas mengingatkan, para kandidat yang berkontestasi, termasuk partai pengusung maupun relawan, agar menghindari blunder atau 'gempa politik' yang bisa berakibat terjadinya turbulensi elektoral.

"Sementara bagi paslon yang masih stagnan elektabilitasnya, perlu endorsement dan dukungan serius dari tokoh-tokoh yang punya magnet elektoral, mengimplementasikan bauran isu dan program berdaya ledak masif yang sejalan dengan aspirasi rakyat Lombok Utara," pungkasnya.

Untuk diketahui, survei SPIN ini dilaksanakan pada periode 15 - 20 November 2024 dengan jumlah sampel 515 responden melalui wawancara tatap muka. Responden merupakan warga yang punya hak pilih, dan tersebar secara proporsional di 5 Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Survei ini berpedoman pada kuisioner terstruktur dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 4,4 persen dan tingkat kepercayaan (confidence level) sekitar 95 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.