Akurat

Ridwan Kamil Bantah Pertemuan dengan Prabowo dan Jokowi Terkait Elektabilitas yang Menurun

Paskalis Rubedanto | 3 November 2024, 19:00 WIB
Ridwan Kamil Bantah Pertemuan dengan Prabowo dan Jokowi Terkait Elektabilitas yang Menurun

AKURAT.CO Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK), membantah, pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu penurunan elektabilitasnya.

Dalam keterangannya, RK menegaskan, pertemuan tersebut justru merupakan bentuk dukungan kedua tokoh nasional tersebut untuk pasangan RIDO (Ridwan-Suswono).

"Saya yakin elektabilitas saya lebih tinggi dari Mas Pram. Jadi tidak ada masalah. Pertemuan itu menunjukkan bahwa dua presiden tersebut mendukung kami," ujar RK saat ditemui di Senayan, Jakarta, Minggu (3/11/2024).

Baca Juga: Pembatasan Konsumsi Gula Sejak Dini Kurangi Risiko Diabetes dan Hipertensi

RK juga menyatakan, dukungan Jokowi dan Prabowo semakin jelas karena keduanya mengunggah kebersamaan dengan RK di akun Instagram masing-masing.

"Kalau tidak mendukung, buat apa diterima dan diberi waktu eksklusif? Kalau tidak ada dukungan, ngapain diposting di IG mereka?" tambahnya.

RK juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang asal mengklaim dukungan Jokowi atau Prabowo untuk pasangan lain. "Pertemuan itu jawabannya. Jangan asal klaim saja," tegas RK.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyindir langkah RK menemui Jokowi di tengah penurunan elektabilitasnya.

Baca Juga: Nasihat Ridwan Kamil Buat Raffi Ahmad dalam Mengemban Tugas Utusan Khusus Presiden

Hasto menilai, pertemuan tersebut menunjukkan "mentalitas kalah" karena RK dianggap meminta dukungan pribadi untuk memperkuat posisinya dalam Pilkada Jakarta 2024.

Ia juga menyatakan bahwa pendekatan meminta restu adalah pola lama yang tidak relevan lagi dengan semangat generasi muda saat ini.

"Budaya meminta restu seperti ini adalah budaya lama, budaya orde baru. Anak muda, terutama Gen Z, lebih suka kandidat yang menawarkan gagasan dan prestasi," ujar Hasto, Minggu, di Tangerang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.