Akurat

Golkar Beda Sikap dengan KIM di Pilgub Banten, Bahlil Singgung Persetujuan Prabowo

Atikah Umiyani | 27 Agustus 2024, 14:56 WIB
Golkar Beda Sikap dengan KIM di Pilgub Banten, Bahlil Singgung Persetujuan Prabowo

AKURAT.CO Partai Golkar secara resmi mengambil sikap yang berbeda dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam menghadapi Pilgub Banten 2024. Perbedaan ini terjadi pasca Golkar mendukung pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Sementara, KIM mendukung pasangan Andra Soni-Dimyati sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Andra Soni dan Dimyati merupakan kader dari Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selumnya, DPP Partai Golkar resmi mengusung Andra Soni-Dimyati Natakusumah sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Pilkada Banten 2024.

Bahkan Andra-Dimyati telah menerima formulir B1-KWK dari Golkar sebagai salah satu syarat pencalonan ke KPU Provinsi Banten, dua hari lalu.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberi sinyal bahwa perbedaan sikap ini tak menjadi soal bagi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo menghargai perbedaan dan memberi keleluasaan kepada rekan-rekan koalisinya dalam menentukan sikap politiknya.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Airin Anak Kandung Golkar: Tidak Pas Jika Tak Mengantarkan Berkompetisi

"Dan bapak Prabowo dalam beberapa kesempatan menyampaikan, menyerahkan semuanya kepada partai-partai koalisi untuk menentukan sikap politiknya. Sekalipun juga kita berbeda. Sekalipun kita berbeda pilihan dalam pilkada," kata Bahlil di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (27/8/2024).

Dia mengatakan, perbedaan sikap di Banten ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada masalah jika partai-partai KIM punya sikap yang berbeda di Pilkada. Namun begitu, Bahlil menekankan, Golkar akan tetap mengedepankan politik yang baik dan santun.

"Dan ini adalah salah satu bentuk bukti nyata otentik. Bahwa memang kita boleh berbeda. Dalam kesempatan ini juga Golkar diajarkan tentang demokrasi yang santun. Demokrasi yang baik. Kami tidak pernah meminta kepada kader partai manapun untuk ikut masuk di partai Golkar. Karena sejujurnya perbedaan itu adalah indah," ujarnya.

"Dan memang Indonesia ini majemuk. terdiri dari suku-suku bangsa dan multi partai. Yang perbedaan itu menjadi sebuah kekuatan besar," sambungnya.

Meskipun ada perbedaan sikap di Pilkada, Bahlil memastikan KIM tetap kompak. Sebagaimana kekompakan ini juga selalu digaungkan oleh Prabowo.

"Golkar sangat inklusif. Tidak pernah membeda-bedakan siapa calon dari mana. Dan ini seiring dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Presiden Bapak Prabowo. Kami di Koalisi Indonesia Maju, sangat kompak," ungkapnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.