Pegiat Pemilu Kritik Putusan MK Nomor 55 Tahun 2020, Usulkan Presidential Threshold Lebih Adil

AKURAT.CO Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 55 Tahun 2020 mendapat kritik tajam dari pegiat pemilu, salah satunya dari Pembina Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini.
Dalam uji materiil pasal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang diajukan, Titi menawarkan konsep yang lebih adil dengan memberikan kesempatan bagi partai politik (parpol) non-parlemen untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden.
"Ambang batas yang kami rekonstruksi memungkinkan parpol yang punya kursi di DPR mengusulkan pasangan calon (paslon) capres-cawapres sendiri, bergabung dengan parpol lain, atau berkoalisi dengan parpol non-parlemen," kata Titi kepada wartawan, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri: Generasi Muda Harus Seimbangkan Modernitas dan Budaya Bangsa
Titi menjelaskan, model perhitungan batas pencalonan dalam koalisi parpol parlemen dan non-parlemen akan diubah secara mendasar.
Saat ini, ambang batas 20 persen perolehan kursi DPR dihitung dari hasil pemilu sebelumnya. Namun, Titi mengusulkan agar ambang batas ini dihitung berdasarkan jumlah total parpol peserta pemilu.
"Misalnya, jika ada 18 parpol peserta pemilu, maka 20 persen dikalikan 18 akan menghasilkan angka 3,6, yang kemudian dibulatkan menjadi 3 parpol," jelasnya.
Dengan model ini, parpol non-parlemen yang ingin mengusulkan calon presiden dan wakil presiden bisa memenuhi syarat ambang batas dengan cara yang lebih adil, memberikan akses yang setara bagi parpol di parlemen maupun non-parlemen.
Baca Juga: Lirik Lagu Cinta Terakhirku Oleh Arsy Widianto feat Syifa Hadju yang Bikin Baper
"Ini adalah cara yang lebih adil dan memberikan akses yang lebih luas bagi semua parpol, baik di parlemen maupun di luar parlemen," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








