Akurat

Permintaan Maaf Jokowi Adalah Strategi Komunikasi Jitu Menjelang Akhir Masa Jabatan

Wahyu SK | 4 Agustus 2024, 07:00 WIB
Permintaan Maaf Jokowi Adalah Strategi Komunikasi Jitu Menjelang Akhir Masa Jabatan

AKURAT.CO Permintaan maaf yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kembali tingkat kesukaan atau favoritisme terhadap dirinya di akhir masa jabatan.

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo, menilai, hal itu adalah cara cerdas dalam merespons kritik yang kian gencar, terutama terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kunto menjelaskan, komunikasi politik yang dilakukan oleh Jokowi adalah langkah yang cermat.

“Permintaan maaf tanpa spesifik menyebutkan alasan atau kesalahan tertentu membuat penerimaan publik terhadap Pak Jokowi meningkat," ungkapnya dikutip pada Minggu (4/8/2024).

Baca Juga: Jokowi Mau Ajak Relawan ke IKN, Projo: Perjalanan Spiritual

Hal ini, menurutnya, dapat membantu menetralisir berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintahannya.

Permintaan maaf tersebut, lanjut Kunto, tidak hanya mencerminkan kerendahan hati Jokowi tetapi juga mengarah pada pencitraan positif mengenai kepribadian Presiden ke-7 Republik Indonesia ini.

Kunto juga menegaskan bahwa permintaan maaf ini tidak hanya mewakili pribadi Jokowi, tetapi juga pemerintahan selama 10 tahun terakhir, khususnya kepada konstituen yang telah memilihnya pada Pemilu 2019.

"Namun, jika permintaan maaf ini tidak diikuti dengan komitmen untuk perubahan di masa mendatang, maka akan terasa kurang efektif," tambahnya.

Baca Juga: Hadirkan Rizky Febian - JRocks, Festival Makan Receh Digelar Dua Hari

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan tugas sebagai Presiden.

Permintaan maaf ini disampaikan saat acara Dzikir dan Doa Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (1/8/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mewakili Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk meminta maaf di hadapan ribuan undangan dalam acara yang menandai pembukaan Bulan Kemerdekaan menjelang HUT ke-79 RI.

"Dalam kesempatan yang baik ini, di hari pertama bulan Kemerdekaan, bulan Agustus, dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Profesor K.H. Ma'ruf Amin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
W
Editor
Wahyu SK