Akurat

Perjalanan Karier Hamzah Haz: Dari Wartawan hingga Menjadi Wakil Presiden ke-9 RI

Sulthony Hasanuddin | 24 Juli 2024, 12:17 WIB
Perjalanan Karier Hamzah Haz: Dari Wartawan hingga Menjadi Wakil Presiden ke-9 RI

AKURAT.CO Wakil Presiden ke-9 RI, Hamzah Haz, meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024), pukul 09.30 WIB.

Berita kepergian Hamzah Haz disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi.

Jenazah Hamzah Haz akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, setelah salat zuhur.

Baca Juga: Hamzah Haz Meninggal Dunia, PPP Intruksikan Kader Salat Gaib dan Gelar Tahlil

Hamzah Haz adalah Wapres yang mendampingi Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dari tahun 2001 hingga 2004.

Sebagai salah satu tokoh penting PPP, Hamzah pernah menjabat sebagai Ketua Umum partai tersebut saat menjabat sebagai Wapres.

Masa Kecil dan Pendidikan

Hamzah menghabiskan masa kecilnya di daerah kelahirannya, Ketapang. Setelah menamatkan sekolah dasar, Hamzah pindah ke Pontianak untuk melanjutkan pendidikan di SMEA.

Baca Juga: Hamzah Haz Meninggal Dunia di Usia ke-84

Dia kemudian merantau ke Yogyakarta untuk belajar di Akademi Koperasi. Pada 1965, Hamzah kembali ke Pontianak dan melanjutkan studi di Universitas Tanjungpura, mengambil jurusan ekonomi perusahaan.

Karier Awal

Setelah lulus, Hamzah sempat bekerja sebagai wartawan dan aktif di Nahdlatul Ulama (NU). Aktivitasnya di NU membuka jalan baginya untuk berkarier lebih tinggi.

Pada 1971, Hamzah terpilih menjadi Wakil Ketua DPW NU Kalbar dan anggota DPR dari Partai NU.

Setelah peleburan NU dengan PPP, Hamzah aktif sebagai anggota DPR bagi PPP dan akhirnya menjadi Ketua Umum PPP.

Perjalanan Politik

Pada 1998, Hamzah diangkat menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM oleh Presiden Habibie, namun mengundurkan diri setahun kemudian karena desakan masyarakat agar pimpinan partai tidak menjabat menteri.

Baca Juga: Bolehkah Istri Gugat Cerai karena Suami Selingkuh?

Hamzah juga sempat menerima gelar doktor Honoris Causa dari American World University, yang ternyata tidak terakreditasi.

Pada 1999, Hamzah terpilih sebagai Wakil Ketua DPR-RI. Beberapa minggu kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid memintanya menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Namun, Hamzah kembali mengundurkan diri setelah dua bulan menjabat, ingin fokus pada partai.

Puncak Karier

Puncak karier politik Hamzah Haz adalah saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI pada 2001, menggantikan Megawati yang naik menjadi Presiden setelah pemberhentian Abdurrahman Wahid. Dalam pemilihan Wakil Presiden oleh MPR, Hamzah unggul dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Aktivis Pro Palestina Bakal Gelar Aksi di Laga Sepakbola Israel vs Mali

Pada Pemilu 2004, PPP meraih posisi keempat, dan Hamzah dicalonkan sebagai presiden oleh partainya, berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden. Namun, pasangan ini hanya meraih 3 persen suara.

Riwayat Karier

- Guru SM Ketapang (1960-1962)
- Wartawan surat kabar Bebas, Pontianak (1960-1961)
- Pimpinan Umum Harian Berita Pawau, Kalimantan Barat
- Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) (1962)
- Ketua Badan Pemeriksa Induk Koperasi Kopra Indonesia (1965-1970)
- Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak (1968-1971)
- Asisten Dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak (1968-1971)
- Anggota DPRD Tingkat I Kalimantan Barat (1968-1971)
- Anggota DPR RI (1971-2001)
- Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (1998-1999)
- Wakil Ketua DPR (1999-2001)
- Menko Kesra dan Taskin (1999)
- Wakil Presiden RI (2001-2004)

Baca Juga: Cak Imin Sambut Baik Ajakan Dasco untuk Masuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Hamzah Haz meninggalkan jejak penting dalam sejarah politik Indonesia, dari karier awalnya sebagai wartawan hingga puncak kariernya sebagai Wakil Presiden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.