Jusuf Hamka Serius Mau Bertarung di Pilkada Jakarta? Perhatikan 4 Faktor Ini

AKURAT.CO Wacana pengusungan Jusuf Hamka alias Babah Alun oleh DPP Partai Golongan Karya (Golkar) untuk menemani Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menambah sengit persaingan dalam perebutan kursi nomor satu DKI Jakarta.
Pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan bahwa peluang Jusuf Hamka maju di Pilkada Jakarta terbuka lebar.
Apalagi jika Golkar mendapat restu dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk menduetkan sang konglomerat dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: KPK Tangkap Mantan Ketua DPD Gerindra Malut dalam Kasus Abdul Gani Kasuba
"Jusuf Hamka maju di Jakarta ini ingin dipasangkan dengan Kaesang jadi calon wakil gubernur. Ini menjadi sesuatu yang baik karena sosok Jusuf Hamka adalah pengusaha sukses dan dekat dengan publik," kata Ujang saat dihubungi Akurat.co, Selasa (16/7/2024).
Namun, menurut pria kelahiran Subang, Jawa Barat itu, untuk berlaga dalam Pilkada Jakarta membutuhkan persiapan matang. Setidaknya, ada empat hal yang harus disiapkan.
"Kalau ingin maju harus dilihat empat hal. Pertama popularitas, kedua elektabilitas, ketiga isi tas, dan yang keempat adalah akseptabilitas (penerimaan) dari partai maupun warga Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Mudah Bisa Lewat HP! Begini Cara Cetak KK Secara Online Tanpa Harus ke Kantor Dukcapil
Ujang menilai empat faktor itu perlu diuji untuk mengetahui apakah duet pasangan Jusuf Hamka-Kaesang Pangarep bisa mengalahkan pesaing mereka, Anies Rasyid Baswedan, yang sudah dideklarasikan oleh PKS.
"Modalnya sudah ada, popularitas, isi tas, dan akseptabilitas sudah dimiliki. Namun, dalam konteks elektabilitas ini harus diuji," tuturnya.
Lebih lanjut, Ujang menegaskan jika aspek elektabilitas sudah teruji, peluang Jusuf Hamka memenangkan kontestasi Pilgub Jakarta 2024 akan semakin besar, terutama dengan dukungan dari Kaesang Pangarep.
Baca Juga: Remaja Butuh Empati Bukan Nasihat
"Sebenarnya itu saja standar Jusuf Hamka, bisa diperhitungkan atau tidak, bisa maju atau tidak. Paling tidak empat hal itu harus diperhatikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






