Kaesang Sebut Elektabilitas Percuma Tanpa 'Isi Tas', Mengarah ke Politik Uang?

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menuai sorotan usai mengatakan bahwa elektabilitas tidak memiliki makna tanpa isi 'tas', saat menghadiri Rakorwil PSI se-Sulawesi Tengah bersama Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, pada Rabu (19/11/2025).
Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga, menilai pernyataan tersebut sangat mengejutkan dan multi tafsir. Menurutnya, pernyataan itu bisa saja mengarah kepada upaya politik uang untuk memenangkan pemilu.
"Pertama, elektabilitas tinggi tanpa politik uang tidak akan memenangkan pemilu. Makna pertama ini tentu berbahaya, karena 'isi tas' digunakan untuk mendulang suara. Hal itu dapat dimaknai, Kaesang seolah-olah mentolerir politik uang dalam pemilu," ujar Jamiluddin di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga: PSI Siap Dukung Program Prabowo, Kaesang: Kami Terus Berada di Sisi Bapak
Jika benar demikian, tentu akan melanggengkan praktik politik uang dalam proses pemilu ke depan. Hal ini juga akan semakin menjauhkan anggota legislatif dari sifat amanah, sebab mereka dipilih bukan karena diyakini dapat memperjuangkan aspirasi pemilih, tapi semata-mata karena transaksi uang.
"Dua, 'isi tas' bisa saja digunakan untuk kerjasama dengan penyelenggara pemilu. Kalau ini yang dimaksudkan, tentu akan berimplikasi pada keuangan caleg. Akibatnya, caleg PSI harus punya 'isi tas'. Tanpa berbekal 'isi tas', maka sulit menjadi caleg dari partai berlogo gajah tersebut," tuturnya.
Menurutnya, pernyataan Kaesang mengenai 'isi tas' bisa dimaknai dalam dua kemungkinan tersebut. Kedua hal itu dinilai dapat merusak kualitas pemilu, sekaligus merusak demokrasi.
"Akibatnya, bisa saja pada Pileg 2029 akan banyak caleg terpilih yang pragmatis. Hal ini akan membuat lembaga legislatif semakin suram dalam melaksanakan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan," tegasnya.
Sebelumnya, Kaesang meminta kepada seluruh kader PSI Sulawesi Tengah untuk berjuang agar menjadi salah satu penyumbang suara terbesar di Pemilu 2029. Dia menilai, elektabilitas saja tidak cukup untuk bisa memenangkan pemilu, tapi juga harus disertai dengan isi tas yang memadai.
Baca Juga: Di Depan Prabowo, Kaesang Sindir Pihak yang Nyinyir terhadap Program MBG dan Sekolah Rakyat
Untuk itu, dia mengarahkan kadernya untuk berkonsultasi dengan Ahmad Ali, sebagai sosok yang kini dituakan di PSI, jika ada yang mengalami kendala dengan 'isi tas'.
"Percuma juga punya elektabilitas tinggi, tapi enggak punya isi tas. Loh iya dong, masa isi tas enggak punya. Kalau saya kan enggak bawa tas. Yang bawa Bendum semua," kata Kaesang di Grand Sya Hotel, Sulawesi Tengah, Rabu (19/11/2025).
"Kalau ada apa-apa terkhusus ini ya terkhusus Sulawesi Tengah masalah isi tas kita ke ayahanda kita ya (Ahmad Ali)," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









