Akurat

Bobby Masih Berharap Dukungan PDIP di Pilkada Sumut, Hasto Bilang Begini

Paskalis Rubedanto | 6 Juni 2024, 22:03 WIB
Bobby Masih Berharap Dukungan PDIP di Pilkada Sumut, Hasto Bilang Begini

AKURAT.CO DPP PDIP merespons rencana Wali Kota Medan, Bobby Nasution, untuk melakukan komunikasi dengan PDIP terkait rekomendasi di Pilkada Sumatera Utara (Sumut).

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, ranting-ranting PDIP sudah merespons hal tersebut lebih dulu, yakni menutup pintu untuk Bobby didukung oleh PDIP.

“Daerah sudah merespons terkait dengan hal tersebut, dan catatan tentang kader itu juga menjadi perhatian di Rakernas,” kata Hasto kepada wartawan, di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).

Baca Juga: Figur Cagub Sumut Menurut PDIP, Bukan Bos yang Minta Dilayani, Sindir Bobby Nasution?

Dia pun menyinggung sikap politik PDIP yang dibacakan saat Rakernas ke V kemarin, yakni meminta maaf kepada rakyat Indonesia jika ada kadernya yang melenceng dari konstitusi.

Sehingga menurutnya, sikap tersebut sudah jelas bahwa partainya tidak akan mendukung Bobby.

“Sikap politiknya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia atas perilaku kader yang tidak taat pada konstitusi, tidak menjaga demokrasi, tidak melaksanakan agenda reformasi sehingga sikapnya sudah sangat clear,” demikian Hasto.

Baca Juga: PDIP Tertarik Usung Anies di Pilkada Jakarta, NasDem: Sangat Baik, Semua Punya Potensi

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, berencana untuk maju pada Pilgub Sumatera Utara (Sumut).

Bobby mengaku akan mencoba berkomunikasi dengan PDIP terkait rencananya tersebut.

"Ya komunikasi tetap (dilakukan dengan PDIP)," kata Bobby di Gedung DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).

"Komunikasi kan enggak mungkin ujungnya enggak minta rekomendasi kan. Maksudnya gitu, tentu komunikasi ujungnya pasti apakah bisa bersama-sama," sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.