Akurat

Jelang Pilkada 2024, Anies Belum Raih Dukungan dari Parpol yang Solid

Paskalis Rubedanto | 2 Juni 2024, 16:00 WIB
Jelang Pilkada 2024, Anies Belum Raih Dukungan dari Parpol yang Solid

AKURAT.CO Mantan calon presiden, Anies Baswedan, dinilai bisa saja maju di Pilkada Jakarta, namun belum tentu solid didukung oleh partai politik.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai, saat ini partai politik yang memungkinkan mendukung Anies hanya dua, yakni PDIP dan PKS.

Kendati demikian, dengan riwayat atau sejarah kedua partai tersebut yang selalu bersebrangan, sangat kecil kemungkinan bisa solid mendukung Anies.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Terkini Kanker Darah, Tingkatkan Harapan Hidup Pasien

“Dia (Anies) incumbent, dia masih tinggi elektabilitasnya, kemungkinan menangnya ada. Tapi tadi, apakah partai-partai itu akan solid mendukung Anies hingga memenuhi (ambang batas) 20 persen itu kan belum tentu,” ujarnya kepada Akurat.co, Minggu (2/6/2024).

“Tapi persoalannya apakah misalkan PDIP mau mengusung Anies sedangkan (misalnya) cawagubnya adalah PKS, kan enggak mau. Lalu kalau PKS mendukung Anies, kalau cawagubnya PDIP kan juga enggak mau PKS,” sambung Ujang.

Ujang melanjutkan, mengapa hanya PDIP dan PKS, sebab seluruh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah pasti mendukung yang diusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Spektakuler! Zhilei Zhang Tumbangkan Deontay Wilder dalam Pertarungan Lima Ronde

“Kalau partai lain kan pasti ke koalisi Prabowo-Gibran, seperti NasDem dan PKB yang tadinya ke 01 kan sudah bubar di Pilpres, mereka enggak mendukung Anies mereka akan mendukung yang diusung KIM atau pemerintah Prabowo-Gibran,” tuturnya.

"Jadi soal down grade atau tidak kembali kepada Anies, terserah Anies. Kalau dia dapat partainya 20 persen ya dia maju, kalau tidak ya enggak bakal maju,” demikian Ujang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.