Ikut Pengarahan Calon Kepala Daerah Partai Golkar, Bobby Nasution Sudah Jadi Kader?

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto ikut mengomentari perihal hadirnya menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution dalam acara pengarahan calon kepala daerah di DPP Partai Golkar.
Airlangga menegaskan, semua yang hadir dalam acara pengarahan calon kepala daerah tersebut adalah kader Golkar, termasuk Bobby.
Setidaknya, ada 1.164 calon kepala daerah, baik itu gubernur, bupati maupun wali kota yang hadir dalam pengarahan tersebut.
"Kalau yang di atas kader semua," kata Airlangga kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Sabtu (6/4/2024).
Baca Juga: Beri Pengarahan, Airlangga Kumpulkan Semua Calon Kepala Daerah di DPP Golkar
Namun saat dipertegas lagi apakah Bobby sudah menjadi kader, Airlangga mengatakan hal tersebut akan diumumkan jika sudah saatnya.
"Akan pada saat nanti kita beri atau diputuskan akan menjadi kader," ucapnya.
Sebagai informasi, menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution terpantau hadir dalam acara pengarahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada bakal calon kepala daerah/bakal wakil calon kepala daerah dalam Pilkada 2024.
Kehadiran Bobby sontak mencuri perhatian pasalnya belum ada pengumuman secara resmi terkait penetapan Bobby sebagai kader Partai Golkar. Mengingat, Bobby sebelumnya adalah kader PDI Perjuangan.
Baca Juga: Ikut Pengarahan Calon Kepala Daerah Partai Golkar, Bobby Nasution Sudah Dianggap Sebagai Keluarga
Wali Kota Medan tersebut terpantau tiba di markas beringin pada pukul 15.30 WIB. Ia hadir dengan menggunakan batik corak yang didominasi berwarna kuning.
Sebelumnya, Bobby juga sudah menyatakan diri keluar dari PDIP pasca menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2024.
Setelah keluar dari PDIP, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemana arah langkah menantu Jokowi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









