Akurat

Capres Nomor 1 dan 3 Akui Saja Kekalahan, Jangan Terus Maling Teriak Maling

Citra Puspitaningrum | 31 Maret 2024, 21:05 WIB
Capres Nomor 1 dan 3 Akui Saja Kekalahan, Jangan Terus Maling Teriak Maling

AKURAT.CO Kubu pasangan capres nomor urut 1 dan 3 yang terus mengembuskan dugaan kecurangan Pemilu 2024 dinilai hanya sebatas mencari sensasi.

Pasalnya, apa yang dilakukan kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud ND untuk mengganggu kemenangan pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Akui saja kekalahan. Tidak perlu ada upaya menggagalkan kemenangan Prabowo-Gibran," kata pengamat politik Jerry Massie saat dihubungi Akurat.co, Minggu (31/2/2024).

Menurut dia, dugaan kecurangan pemilu yang terus dilontarkan sudah direncanakan sejak awal.

"Saya kira ini sebuah kemaslahatan politik yang dimainkan tim Ganjar-Mahfud. Mereka akan banyak alasan dan dalih soal kecurangan pemilu," ujar Jerry.

Baca Juga: Hanya Tangani PHPU, Gugatan Capres Nomor 1 dan 3 Menyalahi Wewenang MK

Tetapi pada kenyataannya PDI Perjuangan masih keluar menjadi juara pada Pileg 2024 namun tidak untuk Pilpres.

"Padahal, ada banyak kecurangan dipertontonkan PDIP misalkan di Boyolali dan sejumlah wilayah lainnya," katanya.

Tak hanya Ganjar, Anies juga pernah melakukan hal serupa saat maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Yang mana, hasil real count belum diumumkan, Anies dengan yakin percaya diri menang dan menjadi gubernur Jakarta.

"Istilah maling teriak maling inilah dinamika politik yang terjadi. Kalau Anies, dia berpidato kemenangan 2017 saat quick count usai diumumkan sebelum real count. Begitu pula Ganjar saat kemenangan di Pilkada Jateng, dia mengumumkannya dan hasil ini membuat dia menang," papar Jerry.

Baca Juga: Bandingkan RI dengan MK Austria yang Berani Batalkan Hasil Pilpres, Mahfud Disebut Gagal Paham

"Jadi, tinggal alasan audit digital forensik sampai manual atau pemilu ulang. Saya kira taktik ini sudah basi," tambah Direktur Political and Poblic Policy Studies (P3S) itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.