Zulhas Sebut Prabowo-Gibran Tak Perlu Tim Transisi: Abis Dilantik Nanti Langsung Lari

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengatakan, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak memerlukan rumah transisi atau tim transisi untuk menyiapkan pemerintahan yang akan datang.
Menurutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran tidak memerlukan tim transisi karena tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Kan ini kan gak ada, terus lanjut estafet jadi gak ada jeda. Nanti pak Prabowo dilantik langsung lari. Ini kan kelanjutan, gak ada transisi, orang kelanjutan kok," kata Zulhas kepada wartawan di DPP PAN, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
Baca Juga: Jokowi Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran Lewat Telepon
Meskipun ada beberapa program baru yang akan dijalankan Prabowo-Gibran, namun Zulhas menilai orang-orang yang akan menduduki kursi pemerintahan nanti banyak yang berasal dari pemerintahan sekarang. Sehingga tidak lagi memerlukan waktu untuk melakukan penyesuaian.
"Ini dilanjutkan aja, orang-orangnya itu-itu juga, sama aja, ini justru cepat, begitu selesai, lanjut, lari cepat, gak perlu belajar setahun, belajar enam bulan, penyesuaian dulu gak perlu lagi, selesai langsung set langsung," ucapnya.
Apalagi, Zulhas mengatakan bahwa saat ini Prabowo selalu dilibatkan oleh Jokowi dalam rapat-rapat pemerintahan. Sehingga, Prabowo-Gibran bisa langsung fokus menjalankan program-programnya usai dilantik pada Oktober nanti.
Baca Juga: Indonesia vs Vietnam: Philippe Troussier Akui Pemainnya Frustrasi Setelah Gol Egy Maulana
"Sekrang rapat semua presiden terpilih sudah ikut, selalu diundang oleh pak Jokowi, pak Jokowi kan luar biasa ya, pemimpin kita, membuat kemajuan yang luar biasa, juga men-guide ini, jalannya ini, kan luar biasa, sehingga nanti pada saatnya ini sekali lagi tidak akan transisi atau belajar lagi, tapi langsung berlari," pungkasnya.
Sebelumnya, usulan pembentukan rumah atau tim transisi itu datang dari Ketua Gen Kami (Komunitas Aktivis Milenial Indonesia), Ilham Latupono.
Ia mengatakan, saat ini masyarakat menunggu Prabowo-Gibran merealisasikan janjinya untuk merangkul semua unsur dan kekuatan demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: PPP Gagal Lolos ke Senayan, Romahurmuziy: Suara Kami Digembosi
Terlebih, lanjut Ilham, saat ini muncul ragam wacana terkait pembentukan pemerintahan baru yang akan dilantik pada Oktober 2024. Seperti ide membentuk Koalisi Besar dan menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketua Koalisi Besar pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Namun dua wacana itu terlalu mengawang. Sebaliknya, membentuk Rumah Transisi jelas lebih konkret, seperti dilakukan Jokowi-JK pasca-Pilpres 2014 untuk memperlancar transisi pemerintahan," ujar Ilham kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/3/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










