Dugaan Lonjakan Suara PSI Patut Dicurigai, Publik Tak Wajib untuk Percaya
Dwana Muhfaqdilla | 3 Maret 2024, 18:08 WIB
AKURAT.CO Lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pileg 2024 patut dicurigai. Pasalnya, durasi penambahan suara partai ini terlampau pendek.
Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra, mengatakan, hal ini bisa saja disebabkan karena sistem penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bermasalah sejak awal. Karenanya, publik tak memiliki kewajiban untuk percaya.
“Sehingga hasil yang diterima PSI juga potensial karena faktor kesalahan, atau bahkan pelanggaran semisal penambahan secara tidak normal,” kata Dedi kepada Akurat.co, Minggu (3/3/2024).
Menurutnya, terjadinya penggelembungan suara jelas memungkinkan. Mengingat, baru kali ini materi quick count yang dilaksanakan beberapa lembaga survei tidak akurat dan hanya terjadi pada PSI. Padahal, sejak Pemilu 2004 materi quick count selalu akurat.
Lebih lanjut, jika memang dilakukan, penggelembungan bisa menggunakan kertas suara yang tidak terpakai. Ditambah, penggelembungan suara antar parpol, hanya bisa dilakukan oleh pihak yang benar-benar berkuasa.
“Terlebih santer terdengar sebelum Pemilu, PSI termasuk yang diwacanakan untuk lolos bersama pasangan Capres Prabowo-Gibran Rakabuming, artinya wacana itu akan terwujud jika PSI lolos tanpa deteksi lembaga survei,” tambahnya.
Kemudian, Dedi menekankan bahwa semuanya menjadi serba mungkin jika kekuasaan sudah bertindak. Ditambah, publik saat ini mengalami krisis gerakan.
“Pengawasan terhadap jalannya Pemilu hampir tidak ada, kita sedang alami fase demokrasi rasa otoritarian,” tutupnya.
Diketahui, berdasarkan data Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU per hari ini pukul 11.00 WIB, perolehan suara PSI menyentuh 2.403.086 atau 3,13 persen.
Dari 65,80 persen suara yang masuk ke KPU, PSI makin mendekati ambang batas parlemen atau parliamentary threshold empat persen, sebagai syarat untuk memperoleh kursi di Senayan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








