Wacana Hak Angket Membuang-buang Waktu dan Tak Masuk Akal
Dwana Muhfaqdilla | 25 Februari 2024, 12:19 WIB

AKURAT.CO Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, wacana hak angket yang dikemukakan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, hanya membuang-buang waktu dan tidak masuk akal.
Hal ini dikarenakan, persiapan dan pelantikan Presiden Republik Indonesia selanjutnya, hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi untuk dilaksanakan.
“Jadi kalau mau bikin hak angket buang-buang waktu, energi dan materi. Padahal beberapa bulan ke depan persiapan pelantikan,” kata Jerry kepada wartawan, Minggu (25/2/2024).
Apalagi, Prabowo Subianto saat ini sudah mulai diakui oleh berbagai puluhan kepala negara. Mereka berbondong-bondong mengucapkan selamat atas terpilihnya Ketua Umum Partai Gerindra ini sebagai Presiden Republik Indonesia selanjutnya.
“Jadi mau apa lagi? (mau menunggu) hak angket bisa berubah bahkan menjelma menjadi Hak Angker?” tambahnya.
Sebagai informasi, wacana hak angket muncul usai capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengusulkan agar partainya menggunakan hak tersebut di DPR.
Hak ini diinginkannya sebagai salah satu upaya untuk meminta pertanggungjawaban Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait penyelenggaraan Pilpres 2024.
"Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (19/2/2024).
Setelahnya, wacana ini kemudian menjadi sorotan di tengah-tengah publik. Terdapat beberapa pihak yang mengeluarkan argumen mendukung, ada pula beberapa pihak yang mengeluarkan argumen kontra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










