Akurat

Kubu 01 dan 03 Harus Hentikan Bullying dan Intimidasi Terhadap KPU-Bawaslu!

Herry Supriyatna | 20 Februari 2024, 15:30 WIB
Kubu 01 dan 03 Harus Hentikan Bullying dan Intimidasi Terhadap KPU-Bawaslu!

AKURAT.CO Kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sebaiknya berhenti mem-bully dan mengintimidasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena tindakan mereka berpotensi merusak iklim demokrasi.

“Demonstrasi yang dilakukan oleh para pendukung paslon 01 dan 03 di KPU dan Bawaslu adalah bentuk intimidasi kepada Lembaga penyelenggara pemilu. Ini dilakukan seiring dengan semakin masifnya narasi sesat dan framing negatif yang bersifat bullying kepada KPU dan Bawaslu,” kata Ketua Umum Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, kepada wartawan, Selasa (20/2/2024).

Menurut Wahab, dugaan kecurangan maupun kekeliruan terkait pemilu dan hasilnya seharusnya diproses lewat sengketa di Bawaslu. Saat ini, semua pihak semestinta menghormati penghitungan dan pengawasan berjenjang yang sedang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu.

Baca Juga: Tren Pertandingan tak Kunjung Membaik, Napoli Resmi Pecat Walter Mazzari

“Saat ini proses penghitungan manual sedang berlangsung di kecamatan. Begitu juga dengan pengawasan dari Bawaslu. Jika pihak 01 dan 03 merasa ada yang janggal maka silakan tempuh jalur hukum yang ada. Jangan intimidasi dengan mengerahkan massa menduduki KPU dan Bawaslu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, hasil hitung KPU lewat aplikasi Sirekap adalah rujukan awal bagi publik untuk melihat proses penghitungan suara. KPU sudah menegaskan bahwa penetapan hasil pilpres tetap merujuk pada proses hitung manual berjenjang dari TPS, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

"Maka jengan ada framing dan narasi sesat seakan-akan KPU dan Bawaslu tidak bisa kerja. Itu bentuk bullying dan intimidasi,” ujar Wahab.

Saat berita ini dilaporkan, per 20 Februari 2024 pukul 13.00 WIB, hasil hitung KPU lewat aplikasi Sirekap menunjukkan data masuk sebanyak 72,44 persen, pasangan Anies-Muhaimin memperoleh 24,24 persen, pasangan Prabowo-Gibran 58,68 persen dan pasangan Ganjar-Mahfud 17,08 persen.

Baca Juga: Heboh Kasus Putra Vincent, Apa yang Harus Orang Tua Lakukan Jika Anak Jadi Pelaku Bullying?

Wahab mengingatkan kubu pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud untuk menunjukkan moralitas dan adab dalam berdemokrasi. Mereka harus menyadari bahwa hasil pemilu sudah ditentukan oleh rakyat lewat penggunaan hak politik di bilik suara pada 14 Februari 2024.

“Hasil pilpres itu ditentukan langsung oleh rakyat di bilik suara 14 Februari lalu. Jadi bila perolehan suara 01 dan 03 rendah makan jangan salahkan penyelenggara melainkan introspeksi diri dan kontemplasi internal. Jangan malah menyalahkan rakyat dan mengkambinghitamkan KPU dan Bawaslu,” kata Wahab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.