PDIP Siap Jadi Oposisi, TKN: Kami Hormati, Tapi Prabowo Tetap Ingin Merangkul

AKURAT.CO Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Ahmad Muzani, merespons sikap PDI Perjuangan yang mengaku akan menjadi oposisi usai Prabowo-Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029.
Muzani mengatakan, pihaknya sangat menghargai apa yang menjadi sikap dari PDIP. Namun, TKN akan berupaya menjalin hubungan baik dengan para pesaing sesuai dengan arahan capres Prabowo Subianto.
"Sebagai sebuah pernyataan, kami menghormati tetapi sekali lagi keinginan Pak Prabowo untuk merangkul semua kekuatan tetap akan kami lakukan," kata Muzani kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Hasil Sementara Suara DKI Jakarta II Ketat, Tak Diduga Ada Nama Caleg Golkar Muhammad Ainul Yakin
Muzani mengatakan, saat ini pihaknya sudah membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berada di kubu lawan. Ia memastikan, komunikasi tersebut akan terus digencarkan demi merangkul semua kekuatan dan elemen yang ada.
"Komunikasi kami dengan partai-partai di luar koalisi sudah mulai terjalin meskipun baru tahap awal, dan komunikasi itu insyaAllah akan terus kita lakukan dengan teman-teman yang ada di pihak 01 dan 03," ucapnya.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa pihaknya siap berjuang sebagai oposisi jika Prabowo-Gibran dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. PDIP disebut siap berjuang di parlemen untuk menjalankan tugas check and balance.
Hasto mengatakan, PDIP sudah berpengalaman untuk berada di luar pemerintahan dari 2004 sampai 2014. Menurutnya, berada di luar pemerintahan adalah tugas yan patriotik.
“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi, karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri,” kata Hasto kepada wartawan, Kamis (15/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









