Akurat

Dukung Keberlanjutan, Luhut Pilih Prabowo-Gibran

Erwin C. Sihombing | 3 Februari 2024, 15:17 WIB
Dukung Keberlanjutan, Luhut Pilih Prabowo-Gibran



AKURAT.CO Menko Marves Luhut Pandjaitan memberi pernyataan terbuka mendukung paslon capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Luhut merasa penting mendukung keberlanjutan pemerintahan Presiden Jokowi dengan mendukung Prabowo-Gibran.

Luhut memberi pernyataan terbuka melalui video dengan durasi 8 menit yang diunggah melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, Sabtu (3/2/2024). Video tersebut diberi judul, "Memilih yang Tepat untuk Keberlanjutan Indonesia".

"Saya Luhut Binsar Pandjaitan ingin memberikan testimoni saya mengenai pemilihan presiden sekarang ini," kata Luhut membuka pernyataan.

Baca Juga: Pemerintah Banyak PR Ketimbang Ikut Campur Ranah KPU-Bawaslu, Luhut Sindir Mahfud?

Luhut mengaku sudah lama mengenal Prabowo karena berasal dari baret merah. Prabowo dianggap pekerja keras, cerdas, cinta Tanah Air dan NKRI, sekalipun sebagai manusia juga tak luput dari kekurangan.

Menteri yang dikenal dekat dengan Jokowi juga mengaku kandidat capres lainnya, seperti Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo. Termasuk cawapres lainnya, seperti Gibran Rakabuming yang dianggapnya sudah banyak berbuat membangun Solo.

Luhut mengingatkan, Presiden Jokowi sudah meletakan pondasi yang diakui dunia. Khususnya dalam bidang ekonomi. Torehan Jokowi, dianggap layak dan patut diteruskan oleh Prabowo-Gibran, bukan paslon lainnya.

Baca Juga: Relawan Bravo 5 Binaan Luhut Dukung Prabowo-Gibran

Dia menilai, Indonesia butuh keberlanjutan bukan perubahan. Sebelum menjatuhkan sikap memilih Prabowo-Gibran, Luhut mengaku sudah menawarkan konsep keberlanjutan kepada paslon lainnya, namun hanya nomor 2 yang merespons baik.

"Kita pilih orang yang tepat menjadi presiden Republik Indonesia tanggal 14 Februari, saya pribadi memilih Pak Prabowo. Alasan sederhana, keberlanjutan," kata Luhut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.