TPN Ganjar-Mahfud Harap Netralitas Jokowi Dijaga

AKURAT.CO Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyarankan Presiden Joko Widodo untuk tetap menjaga netralitasnya sebagai kepala negara. Hal itu disampaikan oleh Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, menanggapi pernyataan Jokowi tentang presiden dan menteri yang boleh berkampanye dan memihak salah satu paslon pemilu dan pilpres 2024.
“Kami di TPN, terutama kami yang dulu pernah bekerja dekat dengan Pak Jokowi, PDI Perjuangan yang menjadi partai yang mengusung Pak Jokowi benar-benar menginginkan, menyarankan netralitas presiden, karena banyak hal kenegaraan yang harus difokuskan oleh presiden sampai Oktober 2024,” beber Andi dalam jumpa pers, di Media Center TPN, Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Baca Juga: Ganjar-Imin Kompak Wanti-wanti NU, Netralitas Harga Mati
Lebih lanjut, Andi menyoroti mengenai sentimen negatif yang didapat Jokowi usai pernyataan tersebut, dinilai anjlok hingga minus 96 persen. Sentimen tersebut didapat dari media sosial Twitter atau X.
“Dalam satu bulan terakhir sentimen negatif ke Pak Jokowi itu berada di angka minus 62 persen, lalu dalam tujuh hari terakhir lompat ke angka (minus) 93 persen,” kata Andi.
“Lalu ketika kami zoom hari ini, hanya melihat platform Twitter, sentimen negatif ke Pak Jokowi terkait pernyataan Pak Jokowi di Halim kemarin minus 96 persen,” sambungnya.
Baca Juga: Setelah Mengaku Bakal Kampanye, Cuti Jokowi Dinanti
Dari situ, kata Andi, sudah terlihat jelas bahwa netizen Indonesia menginginkan netralitas Jokowi tetap dijaga. Mereka pun menginginkan Jokowi tidak memihak dan menimbulkan konflik kepentingan.
“Pada dasarnya netizen itu menginginkan netralitas presiden, netizen tidak ingin melihat Pak Jokowi memiliki keberpihakan yang didasari oleh conflict of interest karena anaknya menjadi cawapres atau anaknya menjadi ketua umum partai,” demikian Andi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









