Akurat

Debat Keempat: Ganjar-Mahfud Kenakan Busana Khas Pecinta Alam

Paskalis Rubedanto | 21 Januari 2024, 20:08 WIB
Debat Keempat: Ganjar-Mahfud Kenakan Busana Khas Pecinta Alam

AKURAT.CO Tiga minggu menjelang Pilpres 2024, ketiga cawapres kembali tampil dalam debat keempat dengan tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa. Digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024).

Anggota Deputi 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Hendra, mengatakan, seperti pada debat-debat sebelumnya, paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD melakukan persiapan dengan total.

Bukan hanya substansi dan data, tetapi juga menggunakan busana yang relevan dengan tema debat sekaligus bentuk dukungan terhadap jenama lokal karya anak bangsa.

“Paslon Ganjar-Mahfud memasuki venue debat dengan penampilan khas pecinta alam, kemeja tactical outdoor berwarna khaki dan hijau dilengkapi syal ala pendaki yang diikatkan di sekeliling leher,” ujar Hendra.

Baca Juga: Ribuan Orang Tumplek dalam Kampanye Goyang Gemoy Okey Gas 02 di Sragen

Berjalan dengan gagah, kedua calon pemimpin ini kemudian membuka syal bernuansa hijau tersebut dan membentangkan ke arah penonton. Terlihat ikon angka 3 dengan elemen grafis bernuansa sustainability dikelilingi slogan “sat-set tas-tes selesai.”

Setelah itu, Ganjar-Mahfud mengangkat tangannya membentuk gestur yoga tiga jari mudra pertiwi dan mengucapkan “Salam Bumi dengan lantang.

“Mudra pertiwi (pritivhi mudra) adalah gestur meditasi yang berhubungan dengan elemen bumi atau tanah. Gestur dengan tiga jari terangkat ini menyeimbangkan energi di dalam tubuh dan menyelaraskan dengan bumi dalam harmoni,” ujarnya.

Sikap “membumi” yang muncul akan menghadirkan rasa aman, tenteram, dan stabil, serta menguatkan tubuh secara fisik. Menyatu dengan bumi akan menyembuhkan diri.

Baca Juga: Kapten Timnas Amin: Cak Imin Bakal Tampil Beda di Debat Cawapres Kali Ini

Mudra pertiwi menjadi inspirasi “Salam Bumi” Ganjar-Mahfud sebagai spirit kepemimpinan yang bersahabat dengan alam dan penuh perhatian menjaga kelestarian ibu pertiwi.

“Kemeja pecinta alam yang diproduksi custom oleh jenama Hoya Fields asal Bandung dipilih oleh paslon Ganjar-Mahfud karena keterkaitannya pada isu-isu hijau dan biru,” kata dia.

Kedekatan manusia dengan alam memang menjadi kunci penanganan isu yang vital bagi masa depan nusantara ini, sebagaimana capres dan cawapres yang punya sejarah bertautan dengan alam.

Terlahir di sebuah desa di lereng Gunung Lawu, sejak kecil Ganjar Pranowo gemar mendaki gunung.

Saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Ganjar bergabung dengan organisasi mahasiswa pecinta alam Majestic-55 (Mahasiswa Justicia Club).

Ganjar kemudian terpilih menjadi ketua organisasi tersebut pada periode 1988-1990. Kecintaan Ganjar pada alam juga diwujudkan dengan memberi nama anak tunggalnya dengan kata “Alam” dengan doa supaya menjadi anak tangguh, mengerti kondisi sekitar, dan selalu membangun kepedulian.

Sang cawapres juga punya track record yang positif terkait dengan alam Indonesia. Saat
menjabat sebagai Ketua MK pada 2011, Mahfud MD mengeluarkan putusan yang menjamin hak
konstitusional nelayan dalam uji materi Undang-Undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Putusan ini juga mendorong partisipasi rakyat untuk pengelolaan hingga pemerataan sumber daya alam, serta penghormatan terhadap masyarakat adat yang turun-temurun menjaga keberlanjutan lingkungan lewat kearifan lokal.

Kepastian hukum punya peran krusial dalam mengawal kebijakan demi menjaga kelestarian alam nusantara.

Baca Juga: Ada Tiga Skenario Hitam Jegal Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Apakah Itu?

“Dalam debat keempat, kemeja berwarna hijau dari Hoya Fields ini didesain khusus untuk Ganjar
Pranowo dan Mahfud MD,” kata Hendra.

Ada benang merah antara kostum debat kali ini dengan debat sebelumnya, yaitu penggunaan patch yang menggambarkan program-program kerja Ganjar Mahfud sesuai tema debat seperti Sampah jadi Berkah, Petani Berdaya Pangan Berjaya hingga Harmoni Hutan untuk Keseimbangan.

Tak lupa identitas “Sat-set” untuk Ganjar dan “Tas-tes” untuk Mahfud selalu tertulis di dada mereka. Memasuki sesi keempat, kemeja ini mendapat tambahan outer berupa C1 Utility Vest berwarna khaki dari Hoya Fields. Outdoor tactical vest yang tengah digemari anak-anak muda ini memperkuat spirit pecinta alam yang dibawakan Ganjar-Mahfud.

Sepatu yang digunakan Ganjar-Mahfud adalah sepatu lokal berbahan kulit asli produksi Prabu.
Berdiri sejak 2019, Prabu mengedepankan konsep klasik, smart, dan modern. Sepatu Prabu diproduksi dengan standar internasional, menggunakan desain yang stylish dengan harga bersaing.

Baca Juga: Acungkan Jempol, Anies-Cak Imin Tiba Barengan di JCC

Dengan visi sebagai brand sepatu direct to consumer (DTC) terbaik di Indonesia, Prabu juga aktif berkontribusi menyokong pendidikan anak yatim-piatu serta disabilitas Indonesia lewat Yayasan Fajar Baru dan Yayasan Sayap Ibu.

“Dalam debat keempat, Ganjar-Mahfud menggunakan sepatu seri Catur Patina Tan yang dikustomisasi bertuliskan Sat-set dan Tas-tes,” ucap Hendra.

Menutup debat keempat, Ganjar-Mahfud bakal berganti baju dengan busana dari SukkhaCitta. SukkhaCitta adalah jenama fesyen Indonesia yang membawa semangat berkelanjutan berbasis kearifan lokal nusantara.

Sebagai perusahaan lokal yang mendunia, SukkhaCitta berkomitmen untuk merevitalisasi kriya tradisi, menciptakan karya-karya baru berbasis warisan budaya melalui circular economy, sekaligus meregenerasi planet bumi. Dari hulu ke hilir, bahan-bahan dan proses yang digunakan seluruhnya ramah lingkungan.

SukkhaCitta memberdayakan perempuan petani, pengrajin, pembatik, penenun, penjahit di pelosok Indonesia untuk bisa terus berkarya dengan upah dan layak sekaligus memberikan dampak positif bagi keluarga, lingkungan sekitar, hingga seluruh negeri.

Beskap kapas yang dikenakan Mahfud MD Beskap angkasa sinar yang dikenakan Ganjar Pranowo Mahfud MD menggunakan koleksi kapas yang terinspirasi beskap warisan busana Jawa.

Dibutuhkan waktu 180 hari untuk menumbuhkan bahan-bahan, memintal, menenun, dan menjahit baju ini.

Dengan bahan dasar kapas yang ditanam secara regeneratif petani tradisional, beskap ini ditenun di Pulau Bali dengan kancing berbahan mother-of-pearl asal Makassar dan dijahit dengan benang polyester daur ulang.

“Spirit ini selaras dengan visi Ganjar Mahfud, mewujudkan negara maritim yang adil dan lestari dan tertuang dalam misi keenam mempercepat perwujudan lingkungan hidup yang berkelanjutan melalui ekonomi hijau dan biru,” tutup Hendra.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.