Akurat

Daftar Kader PDIP yang Keluar Jelang Pilpres 2024, Mulai Dari Bobby Nasution Hingga Maruarar Sirait

Rahmat Ghafur | 18 Januari 2024, 13:51 WIB
Daftar Kader PDIP yang Keluar Jelang Pilpres 2024, Mulai Dari Bobby Nasution Hingga Maruarar Sirait

AKURAT.CO Sejumlah kader terkemuka dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk keluar dari partai dengan lambang banteng tersebut menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal ini dikarenakan sejumlah kader lebih memilih mendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) lain sehingga PDIP membuat aturan untuk memberhentikan kader yang tidak sejalan dengan visi dan misi partai tersebut.

PDIP sendiri telah mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai capres-cawapres mereka untuk Pilpres 2024 ini.

Baca Juga: Ratusan Kader TMP Tinggalkan PDIP, Hasto: Dinamika Partai

Selain itu, keluarnya kader tersebut dari PDIP terjadi pada saat isu dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin menguat di ranah publik.

Siapakah kader PDI-P yang memutuskan untuk keluar dan dipecat jelang Pilpres 2024? Berikut ini informasinya.

1. Maruarar Sirait
Belum lama ini, politisi senior PDI Perjuangan (PDIP), Maruarar Sirait mengumumkan pengunduran dirinya dari partai yang berlambang banteng itu pada Senin (15/1/2024).

Ia memutuskan untuk mengambil langkah ini karena ingin mengikuti arahan yang ditempuh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi," kata Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, kepada wartawan di depan Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2024).

Menurutnya, Presiden Jokowi adalah pemimpin yang mendapatkan dukungan besar dari masyarakat Indonesia, yang tercermin dari tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja beliau selama menjabat.

Selain itu, ia telah mengamati tindakan nyata yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, termasuk upaya untuk memerangi radikalisme dan perjuangan untuk mencapai mayoritas kepemilikan saham Indonesia di Freeport.

Baca Juga: Terungkap Alasan PDIP Ogah Tarik Menteri di Kabinet: Kawal Pemilu Demokratis

2. Bobby Nasution
Bobby Nasution yang menjadi wali kota Medan sekaligus menatu Jokowi ini dikeluarkan oleh DPC PDI-P Medan pada 10 November 2023 lalu. PDIP mengeluarkan Bobby dari partainya dikarenakan ia secara terang-terangan mendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Keputusan ini pun tertuang dalam surat pemberhentian Bobby yang ditandatangani oleh Ketua DPC PDI-P Medan dengan nomor surat 217 /IN/DPC-29.B-26.B/XI/2023 tertanggal 10 November 2023.

Bobby diketahui melanggar kode etik partai dan kurang disiplin sebagai anggota PDIP. Pelanggaran tersebut terjadi karena Bobby tidak mematuhi aturan dan keputusan partai, khususnya dalam mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari partai politik lain.

3. Budiman Sudjatmiko
DPP PDIP memecat politikus Budiman Sudjatmiko dari partai tersebut. Tindakan ini dilakukan setelah Budiman secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap calon presiden yang didukung oleh Partai Gerindra, yaitu Prabowo Subianto.

DPP PDI-P secara resmi mencabut keanggotaan kadernya yang juga mantan aktivis, Budiman Sudjatmiko pada tanggal 24 Agustus 2023.

Seperti halnya dengan Bobby, Budiman dipecat dari PDI-P setelah memutuskan untuk memberikan dukungannya kepada Prabowo sebagai calon presiden.

Keputusan pemecatan Budiman dari PDI-P tertulis dalam Surat Keputusan Nomor 887/KPTS/DPP/VIII/2023. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.

4. Murad Ismail
Terakhir yaitu Murad Ismail yang dipecat oleh PDIP karena istrinya berpindah partai ke Partai Amanat Nasional (PAN). Keluarnya Murad juga telah disetujui oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku di PDIP yakni satu keluarga harus satu partai.

"PDI Perjuangan memiliki aturan Partai bahwa suami istri tidak boleh berbeda partai," kata  Ketua DPP PDIP Sri Rahayu

Oleh karena itu, jika ada anggota keluarga yang memiliki afiliasi politik yang berbeda, maka dia harus keluar dari PDIP.

Baca Juga: Sikap Pragmatis PDIP Bikin Maruarar Sirait Tidak Cocok Lagi Secara Ideologi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D