Akurat

Wapres Ma'ruf Minta PDIP Dukung Pemenang Pemilu 2024

Erwin C. Sihombing | 10 Januari 2024, 15:45 WIB
Wapres Ma'ruf Minta PDIP Dukung Pemenang Pemilu 2024

AKURAT.CO Wapres Ma'ruf Amin menilai siapapun pemenang Pemilu 2024 harus didukung. Penegasan ini disampaikan Wapres Ma'ruf, ketika memberi sambutan dalam peringatan HUT ke-51 PDIP, yang digelar di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Ma'ruf menyebut, pemenang pemilu dan pilpres merupakan pilihan rakat, dan perlu dihormati. Dukungan dari semua kalangan dibutuhkan untuk memastikan jalannya roda pemerintahan.

"Siapa pun yang memenangi pemilu adalah pemimpin yang terbaik berdasarkan pilihan rakyat Indonesia," kata Ma'ruf.

Baca Juga: Beda dengan Jokowi, Wapres Ma'ruf Puas Saksikan Debat Pilpres

Wapres Ma'ruf menerima potongan tumpeng pertama dari Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Selain Ma'ruf, anggota kabinet dari partai banteng moncong putih turut hadir dalam acara peringatan HUT yang mengangkat tema Satyam Eva Jayate atau kebenaran pasti menang.

Ma'ruf melanjutkan, pemilih yang menjatuhkan pilihan kepada kandidat bukan pemenang pilpres juga rakyat Indonesia yang perlu dirangkul. Artinya, Ma'ruf menekankan pada kolaborasi.

"Komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang lebih baik sepatutnya tidak terhenti ketika perhelatan pemilu berakhir. Merawat demokrasi harus dilakukan secara terus-menerus dan hal ini merupakan tugas kita bersama, termasuk tugas dari pada partai politik," tuturnya.

Baca Juga: Wapres: Pemberian Bansos Murni Tanpa Kepentingan Politik

Dirinya juga mengingatkan, pemenang pilpres nantinya merupakan figur negarawan yang sejatinya memahami persoalan bangsa. Visioner dan mampu memimpin seluruh rakyat Indonesia.

“Pemimpin nasional yang terpilih harus negarawan yang mengerti persoalan kebangsaan, visioner dan mampu memimpin seluruh komponen bangsa agar Indonesia menjadi negara maju, sejahtera dan disegani dunia,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.