Akurat

Bela Satpol PP Pendukung Prabowo-Gibran, Moeldoko Sesat Pikir

Roni Anggara | 4 Januari 2024, 15:40 WIB
Bela Satpol PP Pendukung Prabowo-Gibran, Moeldoko Sesat Pikir


AKURAT.CO Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sesat pikir dengan membela bahkan memaklumi aksi dua anggota Satpol PP di Garut yang membuat video deklarasi mendukung Prabowo-Gibran. Pernyataan Moeldoko berbahaya karena bisa dibaca pemerintah melakukan pembiaran kepada aparatur yang tak netral.

Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Imin) malah menganggap pernyataan Moeldoko menyakiti nurani dan etika. Padahal ketegasan pemerintah terkait netralitas penting untuk memastikan Pemilu 2024 berlangsung dengan prinsip jujur dan adil.

"Kalau Satpol PP tidak netral, bagaimana bahayanya kita ini? Pilih kasih. Gambar yang didukung yang akan dibiarkan, gambar yang saingannya akan diturunkan. Ini harus dilawan," kata Imin, di Garut, Jabar, Kamis (4/1/2024).

Baca Juga: Belasan Satpol PP Dukung Gibran, TKN Minta Jangan Langsung Dipecat: Baiknya Ditegur Dulu

Moeldoko menilai tak ada pelanggaran yang dilakukan dua anggota Satpol PP Garut. Dia malah menyinggung status Satpol PP bukan ASN sehingga tidak ada netralitas yang dicederai.

Imin menganggap pemakluman yang disampaikan Moeldoko keliru. "Pernyataan Pak Moeldoko menyakiti nurani dan etika," tuturnya.

Baca Juga: Alhamdulillah Demokrat Menang 17 Kali Lawan Moeldoko

Secara terpisah, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menyebut aksi anggota Satpol PP Garut melanggar asas dan prinsip netralitas. Dia juga menolak kesimpulan Moeldoko yang menyebut sebaliknya.

Dirinya menilai Moeldoko tidak punya kapasitas melakukan kesimpulan seperti itu. "Buat kita itu sudah bentuk indikasi ketidaknetralan," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.