Bela Satpol PP Pendukung Prabowo-Gibran, Moeldoko Sesat Pikir

AKURAT.CO Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sesat pikir dengan membela bahkan memaklumi aksi dua anggota Satpol PP di Garut yang membuat video deklarasi mendukung Prabowo-Gibran. Pernyataan Moeldoko berbahaya karena bisa dibaca pemerintah melakukan pembiaran kepada aparatur yang tak netral.
Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Imin) malah menganggap pernyataan Moeldoko menyakiti nurani dan etika. Padahal ketegasan pemerintah terkait netralitas penting untuk memastikan Pemilu 2024 berlangsung dengan prinsip jujur dan adil.
"Kalau Satpol PP tidak netral, bagaimana bahayanya kita ini? Pilih kasih. Gambar yang didukung yang akan dibiarkan, gambar yang saingannya akan diturunkan. Ini harus dilawan," kata Imin, di Garut, Jabar, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga: Belasan Satpol PP Dukung Gibran, TKN Minta Jangan Langsung Dipecat: Baiknya Ditegur Dulu
Moeldoko menilai tak ada pelanggaran yang dilakukan dua anggota Satpol PP Garut. Dia malah menyinggung status Satpol PP bukan ASN sehingga tidak ada netralitas yang dicederai.
Imin menganggap pemakluman yang disampaikan Moeldoko keliru. "Pernyataan Pak Moeldoko menyakiti nurani dan etika," tuturnya.
Baca Juga: Alhamdulillah Demokrat Menang 17 Kali Lawan Moeldoko
Secara terpisah, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menyebut aksi anggota Satpol PP Garut melanggar asas dan prinsip netralitas. Dia juga menolak kesimpulan Moeldoko yang menyebut sebaliknya.
Dirinya menilai Moeldoko tidak punya kapasitas melakukan kesimpulan seperti itu. "Buat kita itu sudah bentuk indikasi ketidaknetralan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








