Sindir Jokowi, Deddy Sitorus: Tidak Peduli Apapun yang Penting Tetap Berkuasa

AKURAT.CO Hubungan buruk Presiden Joko Widodo dan para kader PDIP ternyata belum usai, salah satu politisi PDIP, Deddy Sitorus, belakangan ini sering kali menulis sindiran pedas di akun sosial media X pribadinya.
Deddy memang setiap hari sering menulis sindiran-sindiran terhadap Jokowi, dalam akun @deddysitorus, ia menulis sebuah cuitan tentang Presiden RI dari yang ke-1, Soekarno, sampai Presiden RI ke-7 Jokowi, kecuali Presiden ke-3 BJ Habibie, dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, tidak disebutkannya.
Baca Juga: Survei: 80 Persen Publik Puas Kinerja Presiden Jokowi
Menurutnya, Soekarno tidak cawe-cawe di pemilu karena enggan perang saudara, Soeharto enggan menambah jumlah kematian mahasiswa, Gus Dur enggan kaum Nahdliyin menjadi korban, serta Megawati enggan menimbulkan kerusuhan.
“Soekarno tidak cawe-cawe karena tidak mau perang saudara. Soeharto tidak mau makin banyak mahasiwa mati. Gus Dur tidak mau kaum Nahdliyin jadi korban. Bu Mega tidak mau ada kerusuhan,” tulis Deddy, dalam postingannya, dikutip Selasa (2/1/2024).
Menurutnya, keempat presiden tersebut ikhlas menjalankan pemerintahan tanpa adanya campur tangan kekuasaan. Sedangkan Jokowi, yang Deddy sebut sebagai ‘bapak satu ini,’ tidak peduli dengan apapun, karena mementingkan kekuasaannya terus berlanjut.
“Mereka semua ikhlas. Tapi bapak yang satu ini tidak peduli apapun, yang penting tetap berkuasa!” sambung Deddy, dalam cuitannya.
Lantas, unggahan yang mencapai 150 ribu pembaca, dan 2,4 ribu menyukai, serta 590 komentar tersebut, tak sedikit yang justru kontra dengan cuitan Deddy tersebut.
Baca Juga: Jokowi Warning KPU, karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga...
Salah satunya akun @beda_genre, ia berkomentar bahwa cuitan Deddy tersebut tidak menunjukan sikap seorang negarawan, karena jelas sudah menyindir presiden secara terang-terangan.
“Bukan sikap seorang negarawan,” tulis @beda_genre, mengomentari cuitan Deddy.
Seperti diketahui, hubungan antara Presiden Jokowi dan PDIP kian memburuk usai pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









