Ajak Pendukung Bersorak, Kedewasaan Gibran Dipertanyakan

AKURAT.CO Aksi cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming, yang mengajak pendukung bersorak dalam acara debat cawapres membuat kedewasaan putra sulung Presiden Jokowi dipertanyakan. Apalagi, hal serupa juga pernah ditunjukkan Gibran, pada debat perdana capres.
Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, mengingatkan kedewasaan salah satu faktor penting untuk memilih pemimpin. Terlebih untuk memimpin bangsa ini yang jumlah penduduknya lebih dari 270 juta.
"Semua pemimpin bangsa yang saya katakan paling penting adalah seorang pemimpin harus dewasa," kata Arsjad, di Karawang, Jabar, Sabtu (23/12/2023).
Baca Juga: Debat Cawapres: Gibran Kuasai Panggung, Muhaimin-Mahfud Korbannya
Ketua KPU, Hasyim Asy'ari mengaku bakal kembali menegur Gibran, melalui TKN dalam rapat evaluasi hasil debat cawapres. Hasyim juga mengingatkan masing-masing kontestan seharusnya sudah dewasa dalam berpolitik, dan melaksanakan komitmen bersama.
"Sebetulnya ini kan komitmen ya, komitmen antarcalon dan kami menganggap masing-masing calon kan orang yang secara politik sudah dewasa semua tentang apa yang sudah disepakati itu," kata Hasyim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







