Etika Berbagi Informasi di Tengah Gempuran Berita Mengerikan

AKURAT.CO Berita tentang perang, bencana alam, kecelakaan, kekerasan, hingga berbagai peristiwa memilukan semakin mudah ditemukan di media sosial. Dalam hitungan detik, sebuah foto atau video dapat berpindah dari satu akun ke ribuan akun lainnya.
Kondisi ini membuat masyarakat memiliki akses informasi yang sangat cepat, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan tentang bagaimana seharusnya informasi tersebut dibagikan.
Bagi seorang Muslim, kecepatan bukan satu-satunya ukuran dalam menyebarkan informasi. Ada tanggung jawab moral yang perlu dipertimbangkan. Sebuah informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan, memperbesar prasangka, bahkan merugikan orang yang sebenarnya tidak bersalah.
Al-Qur'an memberikan pedoman agar umat Islam tidak tergesa-gesa menerima dan menyebarkan sebuah berita. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).
Baca Juga: Hukum Menjarah Barang Korban Kebakaran dalam Islam
Prinsip tabayun dalam ayat tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika melihat berita mengerikan, pengguna media sosial sebaiknya tidak langsung menekan tombol bagikan.
Periksa sumbernya, lihat kapan informasi tersebut dibuat, cari pemberitaan dari sumber lain, dan pastikan gambar atau video yang beredar memang berkaitan dengan peristiwa yang sedang dibicarakan.
Persoalan tidak berhenti pada benar atau tidaknya sebuah informasi. Cara menyampaikan berita juga perlu diperhatikan. Foto korban kecelakaan, jenazah, anak-anak yang ketakutan, atau kondisi korban bencana misalnya, tidak selalu pantas disebarluaskan meskipun gambar tersebut benar.
Ada pertimbangan lain yang tidak kalah penting, yaitu dampak informasi terhadap keluarga korban dan masyarakat. Sebuah foto yang dianggap sebagai “konten viral” bagi sebagian pengguna media sosial bisa menjadi kenangan traumatis bagi keluarga yang kehilangan orang terdekat.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan manusia. Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra': 70).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon




