Akurat Logo

Etika Berbagi Informasi di Tengah Gempuran Berita Mengerikan

Lufaefi | 28 Oktober 2026, 06:00 WIB
Etika Berbagi Informasi di Tengah Gempuran Berita Mengerikan
Etika Menyebar Informasi - Istimewa

AKURAT.CO Berita tentang perang, bencana alam, kecelakaan, kekerasan, hingga berbagai peristiwa memilukan semakin mudah ditemukan di media sosial. Dalam hitungan detik, sebuah foto atau video dapat berpindah dari satu akun ke ribuan akun lainnya.

Kondisi ini membuat masyarakat memiliki akses informasi yang sangat cepat, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan tentang bagaimana seharusnya informasi tersebut dibagikan.

Bagi seorang Muslim, kecepatan bukan satu-satunya ukuran dalam menyebarkan informasi. Ada tanggung jawab moral yang perlu dipertimbangkan. Sebuah informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan, memperbesar prasangka, bahkan merugikan orang yang sebenarnya tidak bersalah.

Al-Qur'an memberikan pedoman agar umat Islam tidak tergesa-gesa menerima dan menyebarkan sebuah berita. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Baca Juga: Hukum Menjarah Barang Korban Kebakaran dalam Islam

Prinsip tabayun dalam ayat tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Ketika melihat berita mengerikan, pengguna media sosial sebaiknya tidak langsung menekan tombol bagikan.

Periksa sumbernya, lihat kapan informasi tersebut dibuat, cari pemberitaan dari sumber lain, dan pastikan gambar atau video yang beredar memang berkaitan dengan peristiwa yang sedang dibicarakan.

Persoalan tidak berhenti pada benar atau tidaknya sebuah informasi. Cara menyampaikan berita juga perlu diperhatikan. Foto korban kecelakaan, jenazah, anak-anak yang ketakutan, atau kondisi korban bencana misalnya, tidak selalu pantas disebarluaskan meskipun gambar tersebut benar.

Ada pertimbangan lain yang tidak kalah penting, yaitu dampak informasi terhadap keluarga korban dan masyarakat. Sebuah foto yang dianggap sebagai “konten viral” bagi sebagian pengguna media sosial bisa menjadi kenangan traumatis bagi keluarga yang kehilangan orang terdekat.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan manusia. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam.” (QS. Al-Isra': 70).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi