Akurat

KPU Jelaskan Mengapa Panelis Nggak Boleh Bertanya Saat Debat Capres Cawapres

Paskalis Rubedanto | 21 Desember 2023, 21:00 WIB
KPU Jelaskan Mengapa Panelis Nggak Boleh Bertanya Saat Debat Capres Cawapres

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjawab mengenai kritikan yang memertanyakan perihal fungsi panelis yang hanya bertugas mengambil undian pertanyaan selama debat capres-cawapres berlangsung.

Ketua KPU, Hasyim Asyari menjelaskan, yang memberikan pertanyaan kepada para capres-cawapres telah disepakati yakni moderator, karena menyesuaikan dengan durasi waktu.

“Soal siapa yang bertanya, memang sejak awal desainnya disepakati yang bertanya adalah moderator, karena apa, ini kan kaitannya dengan durasi waktu tayang 120 menit itu,” kata Hasyim, dalam konferensi pers, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

“Sehingga, teknis untuk bertanya dan sejumlah pertanyaan disesuaikan dengan durasi waktu yang disediakan,” sambung Hasyim.

Baca Juga: Pengacara Sebut Ketua KPU Hasyim Asyari Akui Melecehkan Hasnaeni

Lebih lanjut mengenai pertanyaan yang disusun panelis, Hasyim juga menyampaikan, kalau seluruh sub tema dalam debat sudah dimasukkan ke dalam undian yang disiapkan. Maka dari itu, seharusnya semua sub tema akan dibahas dan tidak ada yang tertinggal. 

“Yang berikutnya soal daftar pertanyaan itu panelis menyiapkan 18 pertanyaan, baik debat pertama maupun kedua. Bahwa ada enam sub tema pada kesempatan debat kemarin dan nanti akan ada kesempatan pertanyaan yang muncul dari semua sub tema,“ ucap dia.

Baca Juga: Tekan Angka Surat Suara Tidak Sah, KPU DKI Jakarta Gelar Simulasi Pencoblosan

Maka dari itu, menurutnya, konsep tersebut sudah fair, dimana pertanyaan disampaikan oleh moderator. Jika pertanyaan disampaikan oleh pihak KPU ataupun panelis, maka akan ada narasi seolah-olah disetting. 

“Jadi dalam pandangan kami, itu sudah fair dari pada KPU yang menentukan atau panelis yang menentukan, karena pastilah ada tuduhan-tuduhan seolah-olah ada settingan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Pada debat capres sebelumnya, sebelas panelis yang diundang oleh KPU merupakan kalangan akademisi, pakar, dan lain sebagainya, yang memang diundang untuk merumuskan pertanyaan dari sub tema kepada para capres-cawapres.

Dalam debat perdana lalu, panelis diperintahkan untuk mengambil undian dalam sebuah toples, agar dibacakan oleh moderator. Sontak banyak pihak yang mengkritik KPU menggunakan panelis hanya sebagai pajangan selama debat berlangsung.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.