KPU Jelaskan Mengapa Panelis Nggak Boleh Bertanya Saat Debat Capres Cawapres

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjawab mengenai kritikan yang memertanyakan perihal fungsi panelis yang hanya bertugas mengambil undian pertanyaan selama debat capres-cawapres berlangsung.
Ketua KPU, Hasyim Asyari menjelaskan, yang memberikan pertanyaan kepada para capres-cawapres telah disepakati yakni moderator, karena menyesuaikan dengan durasi waktu.
“Soal siapa yang bertanya, memang sejak awal desainnya disepakati yang bertanya adalah moderator, karena apa, ini kan kaitannya dengan durasi waktu tayang 120 menit itu,” kata Hasyim, dalam konferensi pers, di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (21/12/2023).
“Sehingga, teknis untuk bertanya dan sejumlah pertanyaan disesuaikan dengan durasi waktu yang disediakan,” sambung Hasyim.
Baca Juga: Pengacara Sebut Ketua KPU Hasyim Asyari Akui Melecehkan Hasnaeni
Lebih lanjut mengenai pertanyaan yang disusun panelis, Hasyim juga menyampaikan, kalau seluruh sub tema dalam debat sudah dimasukkan ke dalam undian yang disiapkan. Maka dari itu, seharusnya semua sub tema akan dibahas dan tidak ada yang tertinggal.
“Yang berikutnya soal daftar pertanyaan itu panelis menyiapkan 18 pertanyaan, baik debat pertama maupun kedua. Bahwa ada enam sub tema pada kesempatan debat kemarin dan nanti akan ada kesempatan pertanyaan yang muncul dari semua sub tema,“ ucap dia.
Baca Juga: Tekan Angka Surat Suara Tidak Sah, KPU DKI Jakarta Gelar Simulasi Pencoblosan
Maka dari itu, menurutnya, konsep tersebut sudah fair, dimana pertanyaan disampaikan oleh moderator. Jika pertanyaan disampaikan oleh pihak KPU ataupun panelis, maka akan ada narasi seolah-olah disetting.
“Jadi dalam pandangan kami, itu sudah fair dari pada KPU yang menentukan atau panelis yang menentukan, karena pastilah ada tuduhan-tuduhan seolah-olah ada settingan dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Pada debat capres sebelumnya, sebelas panelis yang diundang oleh KPU merupakan kalangan akademisi, pakar, dan lain sebagainya, yang memang diundang untuk merumuskan pertanyaan dari sub tema kepada para capres-cawapres.
Dalam debat perdana lalu, panelis diperintahkan untuk mengambil undian dalam sebuah toples, agar dibacakan oleh moderator. Sontak banyak pihak yang mengkritik KPU menggunakan panelis hanya sebagai pajangan selama debat berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







