Mahfud MD Sambangi Banten, Spanduk Kampanye Mendadak Raib

AKURAT.CO Kunjungan cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, ke Banten, diwarnai dengan hilangnya 70 spanduk atau alat peraga kampanye. Hanya hitungan jam setelah dipasang, spanduk untuk menyambut Mahfud raib.
Direktur Hukum dan Kajian TPN Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy menyebutkan, pemasangan spanduk dilakukan di area Cidahu pada siang hari sehari selepas gelaran debat capres perdana, Selasa (12/12/2023). Mahfud diagendakan berkampanye ke Banten sekaligus menghadiri serangkaian acara seminar kebangsaan, dan berdialog dengan masyarakat dan ulama se-Banten.
"Kemarin ada spanduk 70 spanduk untuk menyambut kedatangan Pak Mahfud di Banten di pasang pada siang hari, tetapi pada pukul 03.00 WIB sudah hilang," kata Ronny, dalam keterangan tertulis, yang diterima di Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Baca Juga: Arsjad Rasjid Minta Spanduk Ganjar-Mahfud Masuk Warung Relawan dan Ditempel di Kemasan Makanan
Puluhan spanduk dan alat peraga dipasang M3CB di Cidahu untuk menyambut Mahfud. Cidahu merupakan kawasan yang menjadi kediaman ulama kharismatik Banten, KH Abuya Muhtadi Dimyati.
Kiai yang karib disapa Abuya Dimyati telah mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar-Mahfud bersama Dewan Pimpinan Pusat Majelis Muzakarah Muhtadi Cidahu, Banten (M3CB) di Majelis Cidahu, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Selain di Cidahu, lebih dari 70 spanduk yang dipasang di Universitas Falatehan juga hilang. TPD Ganjar-Mahfud menyebut, spanduk-spanduk dipasang pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Gelar Rapat Mingguan, TPN Ganjar-Mahfud Evaluasi Debat Capres
Menurut Ronny, hilangnya spanduk dan alat peraga terjadi secara serentak. Spanduk-spanduk tersebut memasang foto Ganjar-Mahfud.
“Isinya foto Pak Ganjar dan Pak Mahfud pada jam 3 pagi hilang. Ini kita bertanya-tanya siapa yang bisa melakukan ini kan karena pada pagi hari dan langsung serentak 70 spanduk kami hilang,” keluhnya.
Baca Juga: Jelang Debat: Amin Libur Kampanye, Prabowo Hadiri HUT PSI, Ganjar Olah Raga
Ketua TPD Banten, Rano Karno menyayangkan hilangnya puluhan spanduk kampanye bertepatan dengan kunjungan Mahfud. Dia menganggap peristiwa ini bentuk intimidasi.
"Kami percaya, demokrasi menjadi jalan yang harus kita pegang sekuat-kuatnya dengan menghormati keanekaan, merawat ragam sikap dan pikiran. Intimidasi dan cara-cara curang seperti ini tidak boleh diteruskan," ujar Rano.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









