AKURAT.CO Panelis yang terlibat dalam gelaran perdana tiga calon presiden (capres) dianggap hanya menjadi pajangan, dan tidak mendapatkan porsi lebih untuk mengeritisi para kandidat. Seharusnya, panelis diberi porsi bertanya bukan hanya membuat debat berjalan seru, tetapi menggali lebih dalam lagi gagasan para capres, terkait tema yang dibahas.
Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, 11 panelis yang dilibatkan KPU terkesan hanya untuk mengambil kupon dalam toples untuk ditanyakan moderator kepada kandidat. Padahal seluruh panelis merupakan pakar dan akademisi yang layak diberi kesempatan untuk menggali atau mencecar jawaban masing-masing kandidat.
“Kurang menariknya adalah, panelis tidak diberi kesempatan untuk bertanya, tugas panelis hanya untuk mengambil kupon. Memang di sana peran panelis kurang menonjol,” ujar Karyono, kepada Akurat.co, di Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Baca Juga: Gaya Capres dalam Debat Perdana: Anies-Ganjar Artikulatif, Prabowo Generalis
Diketahui sebelas panelis tersebut dipilih KPU untuk merumuskan pertanyaan yang akan diberikan kepada tiga calon presiden. Dalam sesi debat perdana, mereka tidak diberi porsi yang memadai untuk menimpali jawaban-jawaban dari masing-masing kontestan.
“Mestinya panelis yang bertanya, mereka yang merumuskan pertanyaan, mereka juga yang menanyakan dan mendalami,” kata pengamat dari Indonesia Public Institute (IPI) itu.
Baca Juga: Debat Perdana Capres: Belum Ada Kontestan yang Tampil Dominan
Karyono menyayangkan konsep KPU yang kurang menonjolkan para panelis. Padahal, sebelas panelis tersebut berasal dari kalangan akademisi dan punya kredibilitas tinggi.
Dirinya berharap, dalam sesi debat selanjutnya, panelis tidak sebatas dijadikan pajangan dan mengambil kupon pertanyaan untuk moderator.
“Panelis jangan hanya diperankan hanya untuk mengambil kertas acak itu, kan sayang sekali. Mereka kan dari kalangan akademisi, memiliki keahlian kompetensi dan kapabilitas di bidangnya,” keluhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







