Akurat

Ganjar Keluhkan Porsi Tanya Jawab Debat Perdana Capres

Paskalis Rubedanto | 13 Desember 2023, 13:46 WIB
Ganjar Keluhkan Porsi Tanya Jawab Debat Perdana Capres

AKURAT.CO Ganjar Pranowo mengeluhkan kurangnya porsi tanya jawab pada debat perdana capres yang digelar di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam. Ganjar menilai kurangnya sesi tanya jawab membuat para kandidat capres kurang optimal menunjukkan sikap dan visi-misi yang sedang diperjuangkan.

Ganjar tidak mengeluhkan durasi debat, namun sesi tanya jawab dianggap layak ditambah porsinya, sehingga setiap kandidat bukan hanya bisa memberi jawaban secara spontan, tetapi menunjukkan sikap dan karakternya ketika membahas suatu isu.

“Bukan durasi. Ruang tanya jawabnya yang lebih banyak, sehingga kata debatnya akan lebih bisa menunjukkan apa yang menjadi pikiran, refleksi dan jawaban spontan karena itu menunjukkan sikap,” kata Ganjar.

Baca Juga: Debat Capres Perdana, Ganjar Unggul dari Anies dan Prabowo

Masing-masing capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar mendapatkan porsi atau kesempatan yang sama membahas isu-isu yang sudah menjadi sub tema debat tadi malam. Ketiganya juga diberi kesempatan melempar pertanyaan atau menyanggah jawaban dari capres lain.

Durasi yang disediakan penyelenggara cukup singkat yakni, 4 menit untuk memaparkan visi-misi, 2 menit menjawab pertanyaan panelis, dan 1 menit untuk menanggapi capres lain.

Sekalipun begitu, capres nomor urut 3 mengapresiasi gelaran debat oleh KPU yang berjalan baik dan apik. Hanya saja secara substansi dia menilai masing-masing kandidat belum luwes memaparkan gagasan melalui sesi tanya jawab.

Baca Juga: Ganjar Tegaskan Jaga Demokrasi dan Sikat Korupsi

Dirinya berharap pemilih bisa mendapatkan preferensi setelah menyaksikan sesi debat perdana yang membahas tema antara lain hukum, HAM, pemberantasan korupsi, demokrasi, dan layanan publik.

“Mudah-mudahan cukup bisa mengedukasi, dan masih ada debat debat yg lain, kita harap masyarakat bisa mengikuti terus,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.