Akurat

Ogah Balas Pantun Megawati, Jokowi Ingin Pemilu Banyak Senyum

Roni Anggara | 29 November 2023, 14:31 WIB
Ogah Balas Pantun Megawati, Jokowi Ingin Pemilu Banyak Senyum

 



AKURAT.CO Presiden Jokowi tidak mau membalas pantun Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Jokowi ingin Pemilu 2024 berlangsung riang, gembira, damai dan penuh dengan senyuman.

Menurut Jokowi, penting bagi semua pihak untuk menjaga situasi kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2024. Dia berharap kerukunan dan persatuan tetap terjaga.

"Kita laksanakan pesta demokrasi dengan kita bersama-sama berharap pesta demokrasi ini, semuanya kita jalani dengan damai, aman, penuh dengan senyum, penuh dengan kegembiraan," kata Jokowi, di Istana Negara, Rabu (29/11/2023).

Baca Juga: Jokowi Ingin Pemilu 2024 Diisi Adu Ide Dan Gagasan

Mega mengeritik keras sikap penguasa yang dianggapnya mulai berwatak orde baru. Kritik ini disampaikan ketika berbicara pada acara Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud, pada Senin (27/11/2023) yang lalu.

Presiden ke-5 RI mengaku heran mengapa ada orang yang baru berkuasa mulai bersikap seperti orde baru. Dirinya juga meminta agar relawan tidak takut dan berani melawan tekanan atau intervensi aparat.

Jokowi ketika memberi arahan dalam acara penyerahan Digital DIPA dan Buku Daftar Alokasi TKD Tahun 2024, berharap pelaksanaan Pemilu 2024 bisa berlangsung penuh kualitas. Maka persatuan dan kesatuan menjadi penting untuk diperkuat.

Baca Juga: Jokowi Ogah Tanggapi Pernyataan Megawati Soal Orde Baru

“Saya ingin agar pemilu serentak tahun depan, yang kita lakukan ini, terus terjaga kesejukannya, perkuat kerukunan dan persatuan sehingga pesta demokrasi dapat terselenggara secara damai dan berkualitas," ujarnya.

Ketika melakukan penanaman pohon di Hutan Kota Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, pagi tadi, Jokowi juga menyampaikan hal yang sama. Dia ingin Pemilu 2024 berlangsung gembira dengan senyuman.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menolak memberi tanggapan ketika disinggung wartawan pernyataan Mega. “Saya tidak ingin memberi tanggapan," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.