Gen Kami: Rencana PKS Membatalkan IKN Nusantara Sangat Emosional Dan Tidak Visioner

AKURAT.CO Jelang Pilpres 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutarakan niatnya untuk membatalkan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) jika pasangan capres/cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menang.
Komunitas Aktivis Milenial (Gen Kami) menyayangkan munculnya gagasan dari koalisi perubahan tersebut.
Selain bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) yang merupakan dasar hukum bagi pemindahan ibu kota negara, rencana pembatalan tersebut juga dinilai sebagai tindakan yang tidak visioner dan terlalu emosional.
Menurut Ketua Gen Kami, Ilham Latupono, di tengah dinamika kompetisi Pilpres 2024 ini, sebaiknya pasangan capres/cawapres tidak bertarung mengandalkan emosi dan ketidaksukaan personal semata.
Baca Juga: 3 Cara TikTok Menjaga Integritas Pemilu, Yang Suka Black Campaign Hati-Hati?
"Boleh saja mengusung perubahan. Tapi kalau orientasinya 'yang penting beda' dengan program pemerintahan sebelumnya, rasanya terlalu asal-asalan. Ini sudah tidak lagi melihat kepentingan bangsa dan harapan generasi mendatang," kata Ilham dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Selatan, 28 November 2023.
Ilham menjelaskan, perpindahan IKN ini sangat mengakomodir kepentingan bangsa di masa mendatang. Sebab IKN Nusantara adalah hub ekonomi baru yang bisa merangsang pemerataan pembangunan, keadilan dan pertumbuhan ekonomi.
Selain menjadi hub ekonomi baru khususnya untuk Indonesia bagian timur, bagi Gen Kami, IKN juga menjadi standar baru pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, memenuhi aspek teknologi dan ekologi.
"Pertumbuhan penduduk adalah keniscayaan. Pembangunan mau tidak mau harus dilakukan. Tapi pembangunan yang seperti apa? Nah, IKN Nusantara yang mengusung forest city ini tentu menjadi benchmarking pembangunan di daerah-daerah lain di Indonesia," tutur pria yang akrab disapa Ilo ini.
Baca Juga: Di Kampung Tanah Merah Anies Janjikan Keadilan Kaum Marjinal
Sebelumnya, PKS menilai DKI Jakarta masih layak menjadi ibu kota negara Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam acara "Kick Off Kampanye Nasional PKS: Road to Final 2024" di Depok, Jawa Barat, pada Minggu 26 November 2023.
Isu membatalkan perpindahan IKN ini juga disambut senada oleh pasangan capres/cawapres koalisi perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








