Akurat

TPN Ganjar-Mahfud Ajak Relawan Lawan Kezaliman

Paskalis Rubedanto | 27 November 2023, 18:41 WIB
TPN Ganjar-Mahfud Ajak Relawan Lawan Kezaliman

 

AKURAT.CO Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengajak ribuan relawan tidak mendiamkan tetapi melawan kezaliman. Dia menganggap situasi sekarang tidak sedang baik-baik saja.

Menurut Arsjad, selain berkompetisi melawan kandidat capres lain, situasi yang batil juga perlu dihadapi. Arsjad menyampaikan hal ini sewaktu hadir dalam Rakornas Organ Relawan se Pulau Jawa, di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (27/11/2023).

“Ibu Bapak serta saudara-saudara sekian, saat ini kita ada di masa yang tidak baik-baik saja. Betul?” tanya Arsjad.

Baca Juga: Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud se-Pulau Jawa: Bukan untuk Foto-foto

“Betul,” jawab ribuan relawan se-Jawa.

Arsjad menganggap situasi yang zalim terasa sudah mulai massif terjadi. Atas dasar ini dia menganggap situasi dan kondisi sedang tidak baik-baik saja.

“Di pilpres kali ini kita tidak hanya bertarung melawan paslon lain, kita juga sedang melawan kezaliman yang masif,” kata Arsjad.

Baca Juga: Pj Dirjen Kemendagri Bicara Netralitas ASN, Relawan Ganjar-Mahfud Bersorak

“Lawan, lawan, lawan, lawan," timpal relawan.

Bukan tanpa alasan Arsjad menyatakan hal tersebut. Ia menyebut kecurangan Pemilu 2024 sudah terjadi. Bahkan, kata dia, konstitusi diubah hanya demi memuluskan jalan satu orang menjadi cawapres.

“Kelihatan sudah banyak kasus yang terjadi. Bahkan undang-undang, konstitusi kita diutak-atik," ujarnya.

Baca Juga: Sehari Jelang Kampanye, Relawan Ganjar-Mahfud Gelar Rakornas

"Apakah kita harus diam? Apakah kita harus ragu? Tidak, tidak, diam bukan berarti takut. Kita harus tetap semangat, harus gigih dan jangan gentar, berani?” ujarnya.

Arsjad lantas mengajak seluruh relawan Ganjar-Mahfud untuk melawan kezaliman tersebut. Ia juga meminta para relawan memegang hati rakyat guna memenangkan Ganjar-Mahfud.

"Kita harus lawan kedzaliman, yang paling penting kita harus pegang hari rakyat. Pegang hati rakyat, itulah tugas kita," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.