Iriana Jokowi Dalang Dalam Memuluskan Langkah Gibran Menjadi Cawapres, Benar Begitu?

AKURAT.CO Belakangan ini, muncul berbagai spekulasi dan kontroversi terkait peran Iriana Jokowi dalam upaya memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres). Meskipun belum ada bukti konkret yang menunjukkan keterlibatan Iriana dalam urusan politik, namun isu tersebut semakin memanas di tengah-tengah masyarakat.
Bahkan, beberapa pihak menilai bahwa Ibu Negara ini memiliki pengaruh besar dalam keputusan politik suaminya dan dapat memainkan peran dalam memuluskan langkah Gibran.
Baca Juga: Silaturahmi Desa Bersatu yang Dihadiri Gibran Potensial Giring Aparat Desa Tidak Netral, Bisa Dipidana 1 Tahun
Meskipun cara tersebut dipandang tidak etis dan dapat merusak citra pemerintah. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa isu ini hanyalah upaya untuk mengganggu jalannya proses politik dan menciptakan kegaduhan di masyarakat.
Sebenarnya, isu tersebut mulai beredar di masyarakat setelah laporan Majalah Tempo menyebutkan bahwa Iriana Jokowi memiliki peran penting dalam mendukung ide pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Ibu Negara itu secara aktif melakukan lobi kepada keluarga besarnya di Solo dan Yogyakarta, relawan Jokowi, dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memberikan dukungan kepada putranya agar dapat menjadi cawapres.
Meskipun pada waktu itu keinginan Iriana bertentangan dengan aturan syarat umur untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden minimal 40 tahun. Namun, Iriana dapat kembali tersenyum setelah keputusan MK mengubah pasal 169 huruf q dengan menambahkan aturan "pernah terpilih dalam pemilihan kepala daerah."
Keputusan yang menjadi jalan pemulus bagi Gibran, yang saat itu diketuai oleh Anwar Usman, paman Gibran. Namun, Anwar Usman harus menelan kepahitan setelah dirinya dipecat sebagai Ketua MK terkait keputusan tersebut.
Sebenarnya keterlibatan istri presiden dalam berbagai kebijakan pejabat publik bukan menjadi suatu cerita baru. Salah satunya ibu Tien, istri Presiden Soeharto yang banyak memengaruhi kebijakan Soekarno ketika pembangunan Taman Mini Indonesia. Selain itu, ibu Tien terlibat dalam pemilihan pejabat negara pada waktu itu.
Tidak butuh waktu lama, Gibran langsung menanggapi isu tersebut. Ia menyanggah keras spekulasi yang melibatkan Iriana Jokowi.
Gibran menyatakan bahwa Iriana Jokowi tidak pernah terlibat dalam urusan politik dan tidak memainkan peran dalam menentukan siapa yang akan menjadi cawapres.
"Enggak benar beritanya. Tanya saja ke relawan, pernah enggak ketemu," kata Gibran di Taman Ismail Marzuki pada Minggu (19/11/2023).
"Oh, (relawan) HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) apalagi, enggak pernah ketemu," sambung putra sulung Presiden Jokowi itu.
Baca Juga: Mengenal Tempat Studi Gibran Rakabuming Dapat Gelar Sarjana, Kampus MDIS Jadi Perhatian Publik!
Justru Gibran menanyakan siapa yang telah memberikan spekulasi tersebut. Hal ini dikarenakan keputusan politik diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan tidak dipengaruhi oleh faktor personal atau hubungan keluarga.
"Gosip-gosip itu dapat dari mana sih? Masa referensinya medsos. Akunnya-akun apa saja? Kalo akun bodong. Ya jangan dipercaya," ujarnya.
Meskipun demikian, kontroversi terus berkembang di media sosial dan berbagai platform diskusi online. Sejumlah netizen mengekspresikan keraguan mereka terhadap pernyataan yang telah diberikan oleh Gibran dan tetap yakin bahwa Iriana memiliki peran yang signifikan dalam urusan politik.
Nantinya seiring berjalannya waktu, publik akan terus mengamati perkembangan isu ini dan apakah spekulasi mengenai peran Iriana Jokowi dalam memuluskan langkah Gibran benar adanya atau hanya sebatas rumor yang tidak berdasar. Hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang dapat menguatkan klaim tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









