Akurat

Pasangan Amin Dominan Didukung Pemilih Rasional

Aris Rismawan | 10 November 2023, 17:35 WIB
Pasangan Amin Dominan Didukung Pemilih Rasional



AKURAT.CO Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) dominan didukung pemilih rasional, yang menggunakan hak pilih berdasarkan rekam jejak dan kompetensi. Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, duet yang diusung Koalisi Perubahan didukung 52,6 persen pemilih rasional.

Sekalipun begitu, perubahan peta dukungan masih berpotensi terjadi, karena bergantung pada dinamika ke depan. Terlebih, temuan Poltracking menunjukkan masih banyak pemilih yang belum bersikap.

"Berbagai kemungkinan masih berpotensi terjadi tergantung pada isu dan konstelasi kandidat menjelang hari pemilihan pada tanggal 14 Februari 2024," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, merilis hasil survei secara daring, dipantau dari Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Baca Juga: Timnas Amin Belum Diumumkan, Masih Perlu Rapat Lanjutan

Amin unggul dari Ganjar-Mahfud pada peringkat kedua dengan dukungan 49,4 persen dari pemilih rasional. Sedangkan pasangan Prabowo-Gibran mendapat dukungan 47,2 persen pemilih rasional.

Poltracking membagi tiga karakteristik pemilih pada Pemilu 2024 yang bakal digelar secara serentak. Selain pemilih rasional, terdapat pula karakter pemilih psikologis dan sosiologis.

Pemilih psikologis mereka yang mengedepankan kedekatan emosional dalam menentukan pilihannya. Misalnya, memilih didukung faktor personal, usia, fisik bahkan gender.

Baca Juga: Visi Dan Misi Amin

Sedangkan pemilih sosiologis, menjatuhkan pilihan karena faktor suku bahkan agama.

Survei yang dilakukan Poltracking terhadap 1.220 responden dengan metode wawancara tatap muka, selama 28 Oktober-3 November 2023, mengelompokkan pemilih rasional sebagai yang dominan yakni, 49 persen. Sedangkan pemilih psikologis sebesar 23,3 persen dan sosiologis 15,9 persen.

Data Poltracking menunjukkan sebanyak 49,2 persen responden menyatakan tidak akan mengubah pilihan. Sedangkan 37,6 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab, yang di kemudian hari bisa mengubah sikap dan menentukan hasil Pilpres 2024.

"Sebenarnya mereka yang belum punya pilihan sangat mungkin mengubah pilihannya," kata Hanta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.