Akurat

Ridwan Kamil Api Dalam Sekam Golkar, Mudarat Untuk PDIP

Atikah Umiyani | 16 September 2023, 16:14 WIB
Ridwan Kamil Api Dalam Sekam Golkar, Mudarat Untuk PDIP


AKURAT.CO Ridwan Kamil nampaknya hanya mentok menjadi buah bibir dalam beberapa pekan terakhir, ketika dipersepsikan jadi bahan rebutan partai pengusung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Hanya berselang hari, nama pria yang akrab disapa Emil atau RK, redup sendirinya.

Pengamat politik, Ray Rangkuti, memiliki analisi membaca fenomena Emil. Dia melihat ruang gerak dan modal Emil tak cukup luwes bermanuver karena berstatus kader Golkar, dan hanya menciptakan api dalam sekam apabila diusung menjadi cawapres Prabowo.

"Kecuali dia bukan Golkar, lalu dicalonkan oleh Golkar itu sangat mungkin, justru masalah dia karena dia anggota Golkar," kata Ray, kepada Akurat.co, di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

Baca Juga: PPP Sikapi Santai Kabar Kang Emil Jadi Pendamping Ganjar

Menurut Ray, Golkar tetap berkepentingan mengusung sang ketum, Airlangga Hartarto berkontestasi pada Pilpres 2024. Artinya, tak mudah bagi Golkar memberi tiket kepada kader pendatang baru, yang bakal memicu pertikaian kader.

Situasi bisa berubah kalau Emil memiliki faktor penunjang semisal, memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi atau memiliki kemampuan finansial yang kuat. Golkar bisa realistis dan merekomendasikan Emil menjadi pasangan untuk Prabowo.

"Selain elektabilitas misalnya, dia merujuk ke organisasi mana, uang dia punya, dekat dengan Pak Jokowi, minimal ya begitu," kata Ray.

Baca Juga: Mekeng: Prabowo Pinang RK, Airlangga Harus Legowo

Peluang Golkar mengusung Emil pada Pilpres 2024 juga sudah dikunci Airlangga. Golkar hanya memproyeksikan Emil menjadi cawagub pada Pilkada 2024.

Ray menilai peluang Emil menjadi pendamping Ganjar juga kecil. PDIP diyakini melihat komplikasi yang timbul dari status Emil sebagai kader Golkar.

Dirinya menilai lebih banyak mudarat yang didapat PDIP dan Ganjar dengan meminang Emil, dibanding manfaatnya. Misalnya, Emil bakal melawan parpolnya sendiri dan jagoan yang diusung Golkar di Jabar, ditambah dirinya bakal dianggap sebagai sosok pragmatis yang jauh dari selera pemilih milenial.

"Kalau dia ke Ganjar, dia melawan Prabowo di Jawa Barat dan melawan partainya sendiri. Dan melawan imej pragmatisme politik yang kuat, yang anak milenial ini enggak suka sama yang begitu," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.