Profil Gus Muhdlor, Bupati Sidoarjo yang Ditahan KPK Terkait Kasus Dugaan Pemotongan Insentif ASN

AKURAT.CO Profil Gus Muhdlor menjadi perhatian publik usai dirinya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa awal pekan ini.
Sosok Bupati Sidoarjo atau Gus Muhdlor banyak dicari usai penyidik KPK melakukan pemeriksaan kepadanya sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan insentif ASN di lingkukan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.
Dikutip dari Akuratco, KPK menjerat Gus Muhdlor dengan pasal pemerasan yakni Pasal 12 Huruf (F) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
"Tersangka AMA (Ahmad Muhdlor Ali) disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf (F) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP," ujar Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, dikutip Kamis (9/5/2024).
Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa Gus Muhdlor memiliki kewenangan di antaranya mengatur penghargaan atas kinerja tertentu dalam melaksanakan pemungutan pajak dan retribusi di lingkungan pemerintahan.
Dalam perjalanannya, dibuat aturan dalam bentuk keputusan bupati yang ditandangani Gus Muhdlor untuk empat triwulan dalam tahun anggaran 2023.
Baca Juga: Laga Timnas Indonesia vs Guinea Berlangsung Tertutup dan Tanpa Penonton, Ternyata Ini Alasannya
Hal tersebut lalu dijadikan sebagai dasar pencarian dana insentif pajak daerah bagi pegawai di lingkungan BPPD Sidoarjo.
Bupati berusia 33 tahun itu pun bakal mendekam di rumah tahanan KPK dari 7 Mei lalu hingga 26 Mei mendatang.
Profil Gus Muhdlor
Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, 164 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Pemilik nama lengkap Ahmad Muhdlor Ali atau kerap disapa Gus Muhdlor lahir pada 11 Februari 1991 di Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.
Sosoknya diketahui merupakan anak dari tokoh Nahdatul Ulama (NU) KH Agoes Ali Mahsyuri, seorang pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat.
Gus Muhdlor juga aktif dalam kepengurusan GP Ansor Sidoarjo.
Sejak 2015, dia tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris GP Ansor Sidoarjo dan pada 2018 hingga kini dia dipercaya sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur.
Baca Juga: Siap Liburan Hemat? Ini 5 Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah Tanpa Menguras Dompet
Dia semasa kecil menempuh pendidikan di SDN Kenongo 2, SMP AR Risalah Kediri, SMA Negeri Sidoarjo dan Universitas Airlangga.
Pria 33 tahun itu pertama kali terjun ke dunia politik ketika mengikuti pemilihan kepala daerah pada 2020 diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Bersama wakilnya, Subandi, Gus Muhdlor memenangkan Pilkada 2020 dengan perolehan 387.766 suara atau 39,01 persen.
Kini Ahmad Muhlod Ali-Subandi tengah menjalankan tugas dan mengemba amanah sebagai bupati hingga periode 2024.
Baca Juga: Trending di YouTube! Intip Makna dan Lirik Lagu Hanya Lolongan Oleh Nabila Taqiyyah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








