AKURAT.CO Ketum Gerindra Prabowo Subianto sudah menyiapkan strategi memberantas korupsi yakni, melalui penguatan sistem politik, perbaikan birokrasi dan menaikan gaji ASN. Langkah-langkah ini diyakini jitu untuk mencegah lahirnya bandar politik yang memaksa penyelenggara negara nekat korupsi.
Hal tersebut ditegaskan Prabowo ketika menghadiri acara “Konsolidasi Zona III Pemenangan Pilpres Partai Bulan Bintang (PBB) dan Pemenangan Prabowo Subianto Calon Presiden RI 2024" yang digelar di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/9/2023).
"Untuk berantas korupsi, birokrasi harus kita perbaiki, gaji-gajinya (ASN juga harus diperbaiki) untuk hilangkan korupsi. Korupsi harus kita berantas. Dengan ekonomi yang baik, gaji yang baik, saya kira tidak perlu orang korupsi. Kalau korupsi, hukum seberat-beratnya," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Sudah Membuktikan Rekonsiliasi Berjalan Natural
Hadir dalam acara tersebut Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra. Prabowo menganggap Yusril dengan kepakarannya mampu merumuskan sistem-sistem pencegahan korupsi termasuk mahalnya ongkos politik.
Sistem politik Indonesia, menurut capres yang didukung Gerindra, Golkar, PAN, PBB dan Gelora, harus diperbaiki karena melahirkan banyak bandar politik. Tingginya ongkos politik berkaitan pula dengan korupsi sehingga harus dirombak.
"Jadi, saudara-saudara, saya yakin profesor Yusril, ahli tata negara, bisa memikirkan bagaimana sistem politik yang tidak mahal untuk rakyat kita," bebernya.
Mahalnya ongkos politik, lanjut Prabowo, menyulitkan masyarakat yang memiliki kemampuan menjadi wakil rakyat. “Kalau tidak punya uang, maka susah maju dan susah nyaleg.”
“Ini harus kita ubah, harus kita pikirkan nanti. Cari pakar-pakar, bagaimana sistemnya. Masa orang mau mengabdi harus cari uang banyak,” lanjut Prabowo.
Baca Juga: KPK: Ongkos Politik Mahal, Cakada Tersandera Pengusaha
Prabowo menjelaskan bandar politik dengan satu contoh, di mana terdapat pihak yang pada awalnya memberikan dana untuk membantu pencalonan seseorang sebagai bupati, kemudian menjadikan hal tersebut sebagai bentuk hutang budi.
"Begitu jadi bupati, ya dia ada hutang budi, minta izin ini, minta izin itu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







